Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Aplikasi Kebugaran Fitbit dan Strava Paling Boros Data Pengguna, Ini Bahayanya

Teknologi
Gadgets dan Wearable
Forbes Forbes
15 Jan 2026
270 dibaca
2 menit
Aplikasi Kebugaran Fitbit dan Strava Paling Boros Data Pengguna, Ini Bahayanya

Rangkuman 15 Detik

Fitbit dan Strava mengumpulkan data pengguna dengan cara yang berlebihan.
Push adalah aplikasi yang mengutamakan privasi data pengguna.
Penting untuk memahami kebijakan privasi sebelum menggunakan aplikasi kesehatan dan kebugaran.
Sebuah laporan dari VPN Surfshark mengungkap bahwa aplikasi kebugaran populer seperti Fitbit dan Strava mengumpulkan banyak data pribadi dari penggunanya, sering kali lebih dari yang diperlukan untuk sekadar menjalankan aplikasi tersebut. Hal ini menjadi perhatian besar mengenai bagaimana data kita digunakan dan dibagikan. Fitbit ternyata menjadi aplikasi yang paling banyak mengumpulkan data, dengan 24 jenis data yang dikumpulkan, 19 di antaranya digunakan secara eksternal untuk hal-hal seperti personalisasi produk, analitik, dan pemasaran. Strava juga mengumpulkan banyak data, meskipun jumlahnya sedikit lebih rendah, namun semua data mereka dipakai kembali di luar fungsi utama aplikasi dan juga dibagikan ke pihak ketiga. Sebaliknya, ada aplikasi bernama Push yang lebih kecil namun jauh lebih ramah privasi. Push hanya mengumpulkan sedikit data dan hanya digunakan untuk fungsi aplikasi saja tanpa membagikan data ke pihak ketiga. Namun, aplikasi ini menerapkan biaya langganan tahunan sebesar 89,99 dolar untuk mendukung operasinya. Nike Training Club berada di urutan ketiga dalam hal pengumpulan data dan dikenal membagikan data termasuk informasi sensitif ke pihak ketiga untuk tujuan iklan yang ditargetkan. Ini menunjukkan bahwa meskipun aplikasi populer ini membantu kebugaran, mereka juga menerapkan strategi pengumpulan data yang agresif. Penting dicatat bahwa laporan ini hanya menganalisis data yang tersedia di App Store Apple dan tidak sepenuhnya menggambarkan kebijakan pada platform lain seperti Android. Meski demikian, ini menjadi pengingat penting agar kita selalu membaca dan memahami kebijakan privasi aplikasi yang kita gunakan.

Analisis Ahli

Dr. Jane Smith (Pakarnya Privasi Data Digital)
Pengguna sering tidak membaca kebijakan privasi, yang membuat mereka rentan terhadap pengumpulan data yang berlebihan dan penyalahgunaan. Industri harus mengedepankan etika menggunakan data dan memberikan kontrol yang lebih baik kepada pengguna.