TLDR
Kedipan mata dapat berfungsi sebagai indikator pemrosesan ritme dalam otak. Perhatian berperan penting dalam sinkronisasi kedipan mata dengan irama musik. Temuan ini membuka kemungkinan penggunaan kedipan mata sebagai alat skrining klinis untuk kesulitan terkait ritme. Kedipan mata biasanya dianggap hanya gerakan refleks sederhana untuk menjaga kelembapan dan kebersihan mata. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kedipan mata juga bisa mengikuti ketukan musik secara spontan saat kita mendengarkan musik dengan fokus.Dalam penelitian ini, peserta yang tidak memiliki pelatihan musik mendengarkan lagu-lagu dari Bach sambil direkam kedipan mata dan aktivitas otaknya. Ditemukan bahwa kedipan mata mereka cenderung terjadi pada titik-titik tertentu dalam ketukan musik tersebut.Menariknya, sinkronisasi ini tetap terjadi meski musik diubah menjadi rangkaian nada sederhana yang hanya mempertahankan ritme, menandakan bahwa ritme musiklah yang mempengaruhi kedipan mata, bukan melodi.Rekaman EEG menunjukkan pola aktivitas otak yang melacak ketukan sejalan dengan waktu kedipan mata. Namun, saat perhatian peserta dialihkan ke tugas lain, sinkronisasi tersebut menghilang.Penelitian juga menemukan variasi individu dalam kekuatan sinkronisasi yang berhubungan dengan perbedaan pada jalur saraf yang menghubungkan pusat pendengaran, perhatian, dan kontrol motorik. Ini membuka peluang penggunaan kedipan mata untuk membantu deteksi gangguan pemrosesan ritme dan perhatian.