Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Taiwan Tetapkan CEO OnePlus Buronan Karena Bisnis Ilegal dan Perekrutan Karyawan

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
14 Jan 2026
53 dibaca
1 menit
Taiwan Tetapkan CEO OnePlus Buronan Karena Bisnis Ilegal dan Perekrutan Karyawan

AI summary

Taiwan menegakkan hukum terhadap bisnis ilegal yang melibatkan perusahaan dari China.
Perekrutan tenaga kerja oleh perusahaan teknologi China di Taiwan menjadi masalah politik yang sensitif.
OnePlus dan CEO-nya, Pete Lau, menghadapi konsekuensi hukum atas tuduhan menjalankan operasi tanpa izin di Taiwan.
Taiwan menetapkan Pete Lau, CEO perusahaan HP China, OnePlus, sebagai buronan karena diduga menjalankan bisnis ilegal di negara tersebut. Kasus ini dilaporkan oleh Kantor Kejaksaan Distrik Shilin di Taiwan.Lau dituduh merekrut sekitar 70 karyawan dari Taiwan untuk mengembangkan, memverifikasi, dan menguji aplikasi HP untuk OnePlus tanpa izin resmi. Dua warga Taiwan yang turut membantu perekrutan tersebut juga jadi tersangka.OnePlus adalah perusahaan asal Shenzhen, China yang sebelumnya merupakan sub-brand Oppo hingga beroperasi mandiri sejak 2021. Kasus ini terjadi di tengah ketegangan politis antara Taiwan dan China yang saling menolak klaim wilayah.Pemerintah Taiwan melarang aktivitas perekrutan karyawan oleh perusahaan China karena dikhawatirkan ada aksi pencurian teknologi. Namun, perusahaan China sering menggunakan perusahaan cangkang di Hong Kong agar bisa merekrut tenaga kerja Taiwan secara tidak langsung.Pada Agustus 2025, otoritas Taiwan juga mengumumkan penyelidikan terhadap 16 perusahaan China yang diduga membajak talenta semikonduktor dari Taiwan, menandakan ketegangan yang sedang berlangsung di sektor teknologi.

Experts Analysis

Dr. Andi Wijaya (Pengamat Teknologi dan Politik Asia Timur)
Penetapan buronan terhadap CEO OnePlus adalah upaya strategis Taiwan untuk mempertahankan keunggulan teknologi di tengah tekanan dari China. Ini juga menjadi tanda bahwa persaingan teknologi regional bukan hanya soal inovasi, tapi juga geopolitik.
Editorial Note
Langkah Taiwan menindak CEO OnePlus ini menunjukkan upaya serius untuk melindungi kedaulatan teknologi dan sumber daya manusia lokal dari dominasi China. Namun, penggunaan perusahaan cangkang di Hong Kong oleh perusahaan China akan membuat penegakan hukum lebih sulit dan bisa memicu eskalasi ketegangan politik serta ekonomi di kawasan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.