Meta Pangkas 1.500 Karyawan Reality Labs, Fokus Besar ke AI di 2026
Teknologi
Kecerdasan Buatan
13 Jan 2026
173 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta akan memecat 1.500 karyawan dari divisi Reality Labs.
Fokus perusahaan kini beralih ke pengembangan AI dengan anggaran yang sangat besar.
Proyek Metaverse yang diharapkan menjadi andalan Meta mengalami penurunan perhatian dan sumber daya.
Meta, raksasa teknologi asal Amerika Serikat, mengumumkan akan memecat 1.500 karyawan dari divisi Reality Labs yang mengembangkan proyek Metaverse. Ini adalah langkah besar yang menunjukkan perubahan arah perusahaan setelah berinvestasi besar pada realitas virtual dan augmented reality selama bertahun-tahun.
Divisi Reality Labs sendiri sebelumnya bertanggung jawab membuat perangkat seperti kacamata pintar Ray-Ban Stories dan platform virtual seperti Horizon Worlds. Namun, proyek-proyek ini belum mampu menghasilkan pendapatan yang signifikan atau sejalan dengan ekspektasi perusahaan.
Keputusan PHK ini didahului oleh pemotongan anggaran sebesar 30% untuk divisi tersebut pada tahun 2026. Pengumuman resmi PHK serta rapat penting dengan semua karyawan Reality Labs akan dilakukan segera setelah berita ini tersebar luas di media.
Di sisi lain, Meta sedang berfokus sangat kuat pada perkembangan kecerdasan buatan (AI). Anggaran yang disiapkan untuk pengembangan AI pada tahun 2025 saja mencapai angka fantastis sebesar 400 miliar dolar AS, sekaligus membangun pusat data khusus Meta Compute berkapasitas tinggi untuk komputasi AI.
CEO Mark Zuckerberg juga turut aktif memimpin proyek AI ini, termasuk dalam mengakuisisi talenta-talenta terbaik di bidangnya. Langkah ini menandai fase baru fokus bisnis Meta yang lebih pragmatis dan berbasis teknologi masa depan.
Analisis Ahli
Satya Nadella
Keputusan Meta memperbesar fokus pada AI merupakan langkah tepat karena AI kini menjadi inti inovasi teknologi global, namun pemangkasan segmen VR/AR menunjukkan betapa sulitnya mengkomersialisasi Metaverse secara cepat.Andrew Ng
Investasi fantastis Meta dalam AI bisa membawa terobosan baru, tetapi perusahaan harus tetap hati-hati dalam manajemen talenta dan sumber daya supaya tidak kehilangan keunggulan kompetitif.

