TLDR
Masyarakat diingatkan untuk tidak meminum air dari sinkhole karena mengandung bakteri berbahaya. Pemerintah melakukan kajian untuk memastikan kualitas air di sinkhole. Fenomena sinkhole harus dipandang sebagai rezeki alam, bukan sebagai sesuatu yang berkaitan dengan mitos atau sirik. Baru-baru ini, sebuah sinkhole atau lubang amblas muncul di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Lubang ini memiliki kedalaman sekitar 8 meter dan menampung air yang terlihat sangat jernih dan biru. Kondisi ini membuat banyak orang penasaran dan menebarkan berbagai asumsi, termasuk anggapan bahwa air tersebut memiliki khasiat untuk kesehatan.Namun, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Vasco Ruseimy, menegaskan bahwa air tersebut tidak boleh diminum. Menurut hasil pengujian laboratorium yang dia lihat, air di dalam sinkhole tersebut mengandung bakteri E.Coli yang cukup tinggi sehingga berpotensi membahayakan kesehatan yang mengonsumsinya.Selain itu, walaupun kandungan Total Dissolved Solids (TDS) dianggap bagus dan pH air berada di angka 6,5, yang berada di tengah batas aman dan tidak aman untuk konsumsi, keberadaan bakteri tersebut membuat air ini tidak layak dikonsumsi oleh manusia tanpa proses pengolahan yang benar.Pakar dari Badan Geologi ESDM sudah melakukan kajian selama beberapa hari terhadap fenomena ini. Mereka menyebutkan bahwa untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam diperlukan peralatan tambahan agar bisa melakukan penelitian komprehensif terhadap kondisi sinkhole dan airnya.Vasco juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada berbagai teori yang berkembang, seperti anggapan air sinkhole itu air zamzam atau bisa menyembuhkan penyakit. Dia bahkan memperingatkan agar tidak ada sikap sirik di masyarakat terkait fenomena alam ini, yang sebaiknya dianggap sebagai rezeki alam sekaligus menjadi perhatian kesehatan.