Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Atlas Multi-Omik Sistem Imun Cina Ungkap Perbedaan Genetik Penting

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
NatureMagazine NatureMagazine
08 Jan 2026
101 dibaca
2 menit
Atlas Multi-Omik Sistem Imun Cina Ungkap Perbedaan Genetik Penting

Rangkuman 15 Detik

CIMA memberikan pemahaman baru tentang fungsi sel imun di populasi Tiongkok.
Terdapat perbedaan signifikan dalam regulasi genetik sel imun antara populasi Asia dan Eropa.
Faktor usia dan jenis kelamin mempengaruhi perilaku sel imun, yang penting untuk pengembangan terapi yang lebih efektif.
Para peneliti telah membangun sebuah atlas multi-omik sistem imun yang disebut Chinese Immune Multi-Omics Atlas (CIMA) dengan menganalisis lebih dari 10 juta sel imun dari 428 orang dewasa Cina yang sehat. Atlas ini menggabungkan data gen, protein, RNA, dan epigenetik untuk memetakan fungsi dan karakteristik sel imun secara mendalam. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah kurangnya data multi-omik pada populasi Asia, karena sebagian besar atlas yang ada sebelumnya lebih banyak menggunakan data dari orang-orang keturunan Eropa. Hal ini penting agar terapi medis yang dikembangkan dapat efektif untuk berbagai populasi. Hasil perbandingan dengan data dari proyek OneK1K (Eropa) dan ImmuNexUT (Jepang) menunjukkan bahwa meskipun tipe sel inti dan jalur imun serupa, ada perbedaan besar dalam regulasi genetik dan status sel imun antar populasi, terutama antara Cina dan Eropa. Salah satu temuan penting adalah varian gen rs11886530 yang umum di Asia Timur, ditemukan mempunyai pengaruh terhadap gen yang mengatur ritme sirkadian pada sel T imun. Mekanisme ini sebelumnya belum pernah diamati pada sel imun dan menunjukkan keunikan regulasi genetik pada populasi Asia. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi perubahan sistem imun yang terkait dengan usia dan jenis kelamin, seperti peningkatan jumlah sel darah putih pemicu inflamasi pada orang tua, yang bisa memengaruhi cara sistem imun bekerja seiring waktu.

Analisis Ahli

Kay Chung
Atlas ini merupakan sumber daya klinis yang penting dan berpotensi sangat membantu dalam pengobatan personal serta pemahaman interaksi obat yang khas berdasarkan populasi tertentu.