China Selidiki Impor Kimia Penting dari Jepang, Tegangkan Hubungan Dagang
Courtesy of SCMP

China Selidiki Impor Kimia Penting dari Jepang, Tegangkan Hubungan Dagang

Mengungkap dan menyelidiki dugaan dumping impor dichlorosilane dari Jepang yang merugikan industri domestik China, serta menegakkan perlindungan perdagangan yang adil di tengah ketegangan bilateral.

07 Jan 2026, 17.00 WIB
210 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tiongkok meluncurkan penyelidikan anti-dumping terhadap Jepang terkait impor dichlorosilane.
  • Penyelidikan ini menunjukkan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Jepang.
  • Dichlorosilane adalah bahan kimia penting dalam industri semikonduktor yang mempengaruhi produksi chip.
Beijing, Republik Rakyat Tiongkok - China memulai investigasi terhadap impor dichlorosilane dari Jepang karena diduga terjadi dumping yang merugikan produksi dalam negeri. Dichlorosilane adalah bahan kimia penting yang digunakan dalam pembuatan chip yang diperlukan untuk berbagai teknologi modern.
Pemerintah China merespon permohonan dari perusahaan domestik yang menunjukkan bahwa impor dari Jepang meningkat sementara harga turun signifikan dalam dua tahun terakhir. Penurunan harga ini dianggap memicu kerugian bagi produsen dalam negeri di China.
Penyelidikan ini dijadwalkan berlangsung selama satu tahun dengan kemungkinan diperpanjang selama enam bulan. Tujuannya adalah untuk memastikan apakah praktik dumping benar terjadi dan menilai dampaknya terhadap pasar domestik China.
Langkah ini diambil di saat ketegangan politik antara China dan Jepang semakin memburuk, terutama setelah China melarang ekspor produk tertentu yang bisa digunakan secara komersial dan militer ke pihak yang terkait dengan militer Jepang.
Pemerintah China berjanji akan melakukan penyelidikan secara adil dan objektif, sembari melindungi hak semua pihak yang berkepentingan. Keputusan akhir diharapkan dapat memengaruhi hubungan perdagangan dan kebijakan industri ke depan.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/economy/global-economy/article/3339053/china-initiates-anti-dumping-probe-against-japan-over-key-semiconductor-chemical?module=china_future_tech&pgtype=section

Analisis Ahli

Dr. Rina Wijaya, Ekonom Perdagangan Internasional
"Investigasi antidumping ini merupakan sinyal kuat dari China bahwa mereka memprioritaskan kemandirian teknologi dan bersiap menghadapi tekanan geopolitik di masa depan."
Prof. Hiroshi Tanaka, Pakar Ekonomi Jepang
"Tindakan China ini bisa menjadi pedang bermata dua karena membatasi akses teknologi Jepang akan berdampak pada efisiensi produksi chip secara global."

Analisis Kami

"Langkah investigasi antidumping ini mencerminkan upaya China untuk melindungi industrinya sambil menekan Jepang dalam persaingan teknologi tinggi. Namun, strategi ini juga bisa memperburuk hubungan perdagangan dan memperlambat inovasi semikonduktor yang bergantung pada rantai pasok internasional."

Prediksi Kami

Ketegangan perdagangan antara China dan Jepang kemungkinan akan meningkat, yang berpotensi menimbulkan pembatasan ekspor lebih lanjut dan gangguan pada rantai pasok global semikonduktor.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi fokus penyelidikan anti-dumping yang diluncurkan oleh Tiongkok?
A
Fokus penyelidikan adalah impor dichlorosilane dari Jepang yang dianggap merugikan produksi domestik Tiongkok.
Q
Mengapa Tiongkok menganggap impor dichlorosilane dari Jepang sebagai dumping?
A
Tiongkok menganggap bahwa impor dari Jepang telah meningkat sementara harga turun sebesar 31%, yang merupakan indikasi dumping.
Q
Apa peran dichlorosilane dalam industri semikonduktor?
A
Dichlorosilane digunakan dalam proses deposisi film tipis dalam pembuatan semikonduktor, yang sangat penting untuk produksi chip.
Q
Sejak kapan penyelidikan ini dimulai dan berapa lama durasinya?
A
Penyelidikan dimulai pada tahun 2023 dan dapat berlangsung selama satu tahun dengan kemungkinan perpanjangan enam bulan.
Q
Apa dampak dari ketegangan perdagangan antara Tiongkok dan Jepang terkait isu ini?
A
Ketegangan perdagangan ini dapat memperburuk hubungan bilateral dan berdampak pada industri semikonduktor di kedua negara.