Ilmuwan Jepang Sukses Ciptakan RNA di Laboratorium, Bukti Kehidupan Bisa dari Luar Angkasa
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
06 Jan 2026
37 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Eksperimen menunjukkan bahwa RNA dapat terbentuk secara alami di Bumi.
Hipotesis 'RNA world' dapat menjelaskan asal usul kehidupan di Bumi.
Molekul yang diperlukan untuk kehidupan mungkin berasal dari luar angkasa.
Para ilmuwan di Jepang berhasil mengulangi proses penciptaan RNA di laboratorium, memperkuat anggapan bahwa kehidupan di Bumi mungkin berasal dari luar angkasa. RNA dianggap sebagai molekul dasar pertama dalam pembentukan makhluk hidup.
Eksperimen dilakukan dengan mencampurkan bahan pembentuk RNA yaitu ribose, fosfat, dan nukleobasa dalam campuran borate dan basalt yang kemudian mengalami siklus pemanasan dan pengeringan untuk meniru kondisi awal Bumi.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa RNA dapat terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia, di mana borate sangat membantu membuat molekul ribose lebih stabil dan memfasilitasi produksi fosfat.
Menurut peneliti, molekul pembentuk RNA ini bisa saja berasal dari asteroid besar yang menabrak Bumi sekitar 4,3 miliar tahun lalu, menyebarkan bahan-bahan pembentuk RNA untuk memulai kehidupan.
Selain di Bumi, eksperimen ini menunjukkan kemungkinan bahwa RNA dan kehidupan berbasis RNA juga mungkin terbentuk di planet lain seperti Mars, membuka peluang baru dalam studi asal usul kehidupan dan astrobiologi.
Analisis Ahli
Yuta Hirakawa
Penemuan ini menunjukkan bahwa kombinasi bahan alami dan kondisi geokimia di Bumi purba cukup untuk menghasilkan RNA, menjadikan hipotesis RNA world semakin kuat.Astrobiologist
Eksperimen ini menegaskan bahwa molekul kehidupan utama tidak hanya terbentuk di Bumi, tapi juga dapat tersebar melalui objek luar angkasa, memperluas kemungkinan keberadaan kehidupan di seluruh alam semesta.

