TLDR
DeepSeek mengalami lonjakan besar dalam pengguna aktif setelah memperbarui chatbotnya. Fitur 'interleaved thinking' meningkatkan kemampuan penelitian chatbot secara signifikan. Perusahaan berusaha untuk bersaing dengan produk AI terkemuka lainnya seperti OpenAI. DeepSeek, sebuah start-up AI yang berbasis di Hangzhou, memperbarui chatbot andalannya dengan menambahkan fitur baru bernama 'interleaved thinking'. Fitur ini memungkinkan chatbot melakukan riset bertahap dengan berhenti berpikir di setiap langkah sebelum mengambil keputusan. Pembaruan ini meningkatkan kemampuan chatbot dalam menangani pertanyaan rumit dan pencarian mendalam.Sepanjang bulan Desember, aplikasi DeepSeek mengalami lonjakan pengguna aktif bulanan sebanyak 90 persen, hampir mencapai 131,5 juta pengguna. Peningkatan ini menjadi indikasi suksesnya pembaruan fitur dalam menarik perhatian dan meningkatkan pengalaman pengguna di tengah persaingan ketat di ranah teknologi AI.Fitur 'interleaved thinking' memungkinkan chatbot untuk tidak hanya berpikir sekali di awal, tetapi melakukan pemikiran di antara setiap langkah aksi pencarian. Contohnya, chatbot dapat membuka sebuah halaman web, lalu menilai kredibilitas informasi tersebut sebelum memutuskan untuk memeriksa dokumen lain sebagai verifikasi tambahan.Salah satu manfaat besar dari fitur ini adalah kemampuan untuk memberikan jawaban yang lebih akurat dan dapat dipercaya, mirip kemampuan yang ada di OpenAI Deep Research. Namun, chatbot baru mengaktifkan mode riset dalam-dalam ini saat menerima pertanyaan yang kompleks dan rumit. Pengguna dapat melihat proses berpikir chatbot secara real-time ketika fitur tersebut aktif.Dengan fitur baru ini, DeepSeek menunjukkan kemajuan signifikan di bidang AI konsumen pada masa meningkatnya kebutuhan akan kemampuan riset dan analisa yang lebih canggih. Inovasi seperti ini diprediksi akan mendorong adopsi teknologi AI semakin luas dan membantu perusahaan untuk bersaing dengan penyedia global lainnya.