DeepSeek Perbarui Model AI dengan Fitur Baru, Hapus Model Reasoning R1
Teknologi
Kecerdasan Buatan
20 Agt 2025
149 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
DeepSeek telah melakukan pembaruan pada model V3.1 untuk meningkatkan kapasitas informasi.
Perusahaan menghapus referensi R1 dari chatbot, menandakan perubahan fokus penelitian.
Pendiri Liang Wenfeng berperan penting dalam perkembangan teknologi AI di Tiongkok.
DeepSeek, perusahaan start-up AI asal China, baru-baru ini memperkenalkan pembaruan model V3.1 yang memungkinkan model tersebut untuk memproses konteks yang jauh lebih banyak dalam interaksi dengan pengguna, yaitu setara dengan sebuah buku tebal berjumlah 300 halaman.
Namun, perusahaan ini juga menghapus referensi terhadap model reasoning mereka yang bernama R1 dari fitur chatbot yang dinamakan "deep think", menimbulkan spekulasi tentang masa depan riset dan pengembangan mereka.
Pembaruan model ini diumumkan secara terbatas hanya di grup pengguna WeChat dan tidak melalui kanal sosial media publik seperti akun X, menunjukkan pendekatan yang lebih tertutup dan berhati-hati.
DeepSeek merupakan hasil karya Liang Wenfeng yang awalnya dibuat sebagai proyek sampingan dari perusahaan trading kuantitatif-nya, dan sempat menarik perhatian global pada akhir tahun lalu dengan peluncuran versi awal model-modelnya.
Saat ini, perusahaan belum membuka informasi lebih jauh tentang jadwal peluncuran generasi model lanjutan seperti R2, yang membangkitkan rasa penasaran di kalangan pengamat dan pengguna AI.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Fokus pada peningkatan konteks jendela adalah langkah penting agar model AI menjadi lebih relevan dan efektif dalam interaksi, namun perkembangan dalam reasoning model sangatlah kritikal untuk mendorong kecerdasan yang lebih mendalam.Fei-Fei Li
Perlambatan atau pergeseran fokus dalam riset AI oleh perusahaan seperti DeepSeek adalah hal biasa, apalagi dalam menghadapi tantangan teknis yang kompleks dalam pengembangan model reasoning yang canggih.

