AI summary
DeepSeek telah melakukan pembaruan pada model V3.1 untuk meningkatkan kapasitas informasi. Perusahaan menghapus referensi R1 dari chatbot, menandakan perubahan fokus penelitian. Pendiri Liang Wenfeng berperan penting dalam perkembangan teknologi AI di Tiongkok. DeepSeek, perusahaan start-up AI asal China, baru-baru ini memperkenalkan pembaruan model V3.1 yang memungkinkan model tersebut untuk memproses konteks yang jauh lebih banyak dalam interaksi dengan pengguna, yaitu setara dengan sebuah buku tebal berjumlah 300 halaman.Namun, perusahaan ini juga menghapus referensi terhadap model reasoning mereka yang bernama R1 dari fitur chatbot yang dinamakan "deep think", menimbulkan spekulasi tentang masa depan riset dan pengembangan mereka.Pembaruan model ini diumumkan secara terbatas hanya di grup pengguna WeChat dan tidak melalui kanal sosial media publik seperti akun X, menunjukkan pendekatan yang lebih tertutup dan berhati-hati.DeepSeek merupakan hasil karya Liang Wenfeng yang awalnya dibuat sebagai proyek sampingan dari perusahaan trading kuantitatif-nya, dan sempat menarik perhatian global pada akhir tahun lalu dengan peluncuran versi awal model-modelnya.Saat ini, perusahaan belum membuka informasi lebih jauh tentang jadwal peluncuran generasi model lanjutan seperti R2, yang membangkitkan rasa penasaran di kalangan pengamat dan pengguna AI.
Penghapusan referensi model R1 menandakan bahwa DeepSeek sedang mengalami tantangan teknis atau strategis dalam mengembangkan generasi berikutnya dari model reasoning mereka. Ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka berusaha menstabilkan teknologi dasarnya sebelum melangkah ke inovasi yang lebih kompleks, sebuah pendekatan yang bijaksana dalam pasar AI yang sangat kompetitif.