Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perubahan Iklim Keras Jadi Penyebab Kepunahan Manusia Flores Di Indonesia

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
05 Jan 2026
1185 dibaca
1 menit
Perubahan Iklim Keras Jadi Penyebab Kepunahan Manusia Flores Di Indonesia

TLDR

Perubahan iklim memiliki dampak signifikan terhadap kelangsungan hidup spesies.
Homo floresiensis punah akibat kombinasi penipisan sumber daya dan kompetisi yang meningkat.
Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana faktor lingkungan dapat mempengaruhi ekosistem purba.
Manusia Flores, yang dikenal sebagai Homo floresiensis atau ‘hobbit’ karena postur tubuhnya yang kecil, hidup di pulau Flores, Indonesia, selama lebih dari 140.000 tahun. Mereka meninggalkan jejak fosil di gua Liang Bua yang menjadi tempat tinggal utama mereka.Peneliti dari University of Wollongong, Australia, menemukan bukti bahwa perubahan iklim besar menyebabkan kekeringan parah di Flores sekitar 76.000 hingga 55.000 tahun lalu. Hal ini bertepatan dengan hilangnya manusia Flores dari wilayah tersebut.Analisis yang dilakukan berupa sinyal kimia dari stalagmit di gua Liang Bua dan isotop dari fosil gigi Stegodon, salah satu makanan utama Homo floresiensis. Kedua sumber ini menunjukkan kondisi air yang menipis dan kekeringan yang ekstrem.Kekurangan air dan makanan memicu persaingan sengit antar makhluk hidup di kawasan itu sehingga Homo floresiensis terpaksa meninggalkan habitatnya. Penurunan populasi Stegodon yang bergantung pada air juga mengindikasikan tekanan lingkungan yang tinggi.Selain faktor iklim, ada kemungkinan manusia modern (Homo sapiens) yang datang kemudian turut berkontribusi mempercepat kepunahan Homo floresiensis melalui interaksi yang belum sepenuhnya dipahami.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.