TLDR
Penemuan Dinanomodon guoi menandai spesies bidentalian pertama yang ditemukan di China dan Afrika Selatan. Fosil ini menunjukkan adanya koridor migrasi hewan besar di Pangaea selama periode Late Permian. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara spesies di dua belahan dunia. Para ilmuwan dari Tiongkok menemukan fosil spesies baru reptil mirip mamalia bernama Dinanomodon guoi di Gansu, China. Penemuan ini sangat unik karena sebelumnya genus ini hanya diketahui ditemukan di Afrika Selatan. Ini adalah spesies dicynodont pertama yang bisa ditemukan di kedua benua tersebut.Dicynodont adalah kelompok hewan herbivora yang sudah punah dan termasuk dalam kelompok therapsida, yaitu kelompok yang juga terkait dengan nenek moyang mamalia modern. Hewan ini memiliki ukuran yang bervariasi dari yang kecil hingga besar dan biasanya tidak memiliki gigi lengkap, hanya paruh yang kuat.Studi ini menunjukkan bahwa pada masa Late Permian, ketika benua-benua masih menyatu membentuk Pangaea, ada jalur migrasi yang memungkinkan hewan besar untuk berpindah melintasi khatulistiwa. Ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kala itu cukup mendukung untuk pergerakan seperti itu.Penemuan ini sangat penting karena mengubah cara pandang kita terhadap ekologi dan distribusi hewan purba. Sebelumnya, diperkirakan migrasi hewan besar antar wilayah di Pangaea sangat jarang terjadi, tetapi fosil ini menunjukkan sebaliknya, bahwa ada koridor ekologi aktif.Dengan penemuan ini, para peneliti berharap dapat menemukan lebih banyak bukti migrasi dan hubungan fauna dari berbagai benua di masa lalu. Hal ini bisa membantu memperjelas bagaimana distribusi makhluk hidup di bumi zaman dahulu dan proses evolusi mereka.