Penemuan Fosil Dicynodont Baru di China Ungkap Migrasi Hewan Purba Berskala Besar
Courtesy of SCMP

Penemuan Fosil Dicynodont Baru di China Ungkap Migrasi Hewan Purba Berskala Besar

Mengungkap bukti migrasi hewan vertebrata besar lintas khatulistiwa di zaman Permian, yang memperkaya pemahaman tentang ekologi dan distribusi spesies pada masa lalu serta menghubungkan fauna di Asia dan Afrika.

05 Jan 2026, 11.00 WIB
50 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penemuan Dinanomodon guoi menandai spesies bidentalian pertama yang ditemukan di China dan Afrika Selatan.
  • Fosil ini menunjukkan adanya koridor migrasi hewan besar di Pangaea selama periode Late Permian.
  • Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang hubungan antara spesies di dua belahan dunia.
Gulang, China - Para ilmuwan dari Tiongkok menemukan fosil spesies baru reptil mirip mamalia bernama Dinanomodon guoi di Gansu, China. Penemuan ini sangat unik karena sebelumnya genus ini hanya diketahui ditemukan di Afrika Selatan. Ini adalah spesies dicynodont pertama yang bisa ditemukan di kedua benua tersebut.
Dicynodont adalah kelompok hewan herbivora yang sudah punah dan termasuk dalam kelompok therapsida, yaitu kelompok yang juga terkait dengan nenek moyang mamalia modern. Hewan ini memiliki ukuran yang bervariasi dari yang kecil hingga besar dan biasanya tidak memiliki gigi lengkap, hanya paruh yang kuat.
Studi ini menunjukkan bahwa pada masa Late Permian, ketika benua-benua masih menyatu membentuk Pangaea, ada jalur migrasi yang memungkinkan hewan besar untuk berpindah melintasi khatulistiwa. Ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kala itu cukup mendukung untuk pergerakan seperti itu.
Penemuan ini sangat penting karena mengubah cara pandang kita terhadap ekologi dan distribusi hewan purba. Sebelumnya, diperkirakan migrasi hewan besar antar wilayah di Pangaea sangat jarang terjadi, tetapi fosil ini menunjukkan sebaliknya, bahwa ada koridor ekologi aktif.
Dengan penemuan ini, para peneliti berharap dapat menemukan lebih banyak bukti migrasi dan hubungan fauna dari berbagai benua di masa lalu. Hal ini bisa membantu memperjelas bagaimana distribusi makhluk hidup di bumi zaman dahulu dan proses evolusi mereka.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/news/china/science/article/3338477/china-fossil-unveils-cross-equator-migration-corridor-supercontinent-pangaea?module=top_story&pgtype=subsection

Analisis Ahli

Dr. Jennifer Clark (Paleontologist)
"Fosil ini sangat penting karena mengisi kekosongan data migrasi hewan pada periode Permian dan memperluas pandangan kita tentang ekosistem kuno yang mendukung fauna besar."
Prof. Li Wei (Vertebrate Paleobiologist)
"Penemuan genus yang sama di dua benua menunjukkan konektivitas habitat yang lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya, yang bisa mengubah model paleogeografi saat ini."

Analisis Kami

"Penemuan ini sangat menarik karena membuka peluang baru untuk mempelajari hubungan evolusi dan persebaran hewan purba secara lebih luas. Saya percaya penemuan seperti ini akan memicu lebih banyak ekspedisi paleontologi ke wilayah-wilayah yang belum tergali di Asia Tengah dan Afrika Selatan untuk menemukan bukti migrasi hewan prehistoris lainnya."

Prediksi Kami

Penelitian lebih lanjut kemungkinan akan menemukan lebih banyak bukti fosil yang menghubungkan fauna dari berbagai benua di masa awal sejarah bumi, yang dapat merevisi pemahaman tentang ekologi dan evolusi vertebrata besar di superkontinen Pangaea.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa penemuan baru yang ditemukan di provinsi Gansu, China?
A
Penemuan baru yang ditemukan adalah fosil spesies baru dicynodont.
Q
Apa nama spesies baru dicynodont yang ditemukan?
A
Nama spesies baru dicynodont yang ditemukan adalah Dinanomodon guoi.
Q
Mengapa penemuan ini penting untuk pemahaman migrasi hewan besar?
A
Penemuan ini menunjukkan bahwa tetrapoda Late Permian melintasi khatulistiwa Pangaea lebih sering dari yang diperkirakan, membuka koridor ekologi untuk migrasi hewan besar.
Q
Apa yang dimaksud dengan bidentalian dalam konteks dicynodont?
A
Bidentalian adalah kelompok dicynodont yang memiliki karakteristik tertentu dan merupakan generasi dicynodont yang dibagikan antara China dan Afrika Selatan.
Q
Siapa yang melakukan penelitian ini?
A
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Institut Paleontologi Vertebrata dan Paleoantropologi Akademi Ilmu Pengetahuan China.