TLDR
Penemuan jejak kaki fosil gorgonopsian memberikan wawasan baru tentang evolusi locomosi mamalia. Mallorca ternyata merupakan hotspot paleontologi dengan penemuan fosil yang signifikan. Kaitan antara jejak kaki dan sisa-sisa tulang memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang perilaku dan pergerakan hewan purba. Para ilmuwan internasional menemukan jejak kaki fosil yang berusia sekitar 270 juta tahun di pulau Mallorca. Jejak ini milik seekor predator mirip anjing yang disebut gorgonopsian, yang merupakan salah satu nenek moyang mamalia paling awal. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana makhluk tersebut bergerak sebelum dinosaurus muncul.Gorgonopsian adalah makhluk berbulu taring yang berjalan dengan posisi kaki tegak di bawah tubuhnya, mirip dengan mamalia modern. Ini berbeda dengan gerakan menjalar yang biasa ditemukan pada reptil dan menunjukkan perubahan evolusi penting dalam cara makhluk vertebrata bergerak.Di dekat lokasi jejak kaki ditemukan, pada tahun 2024, para peneliti juga menemukan tulang fosil gorgonopsian tertua yang pernah ditemukan. Hewan ini diperkirakan memiliki panjang tengkorak sekitar 7 inci dan berat antara 30 sampai 40 kilogram, seukuran anjing sedang.Penemuan jejak dan tulang fosil ini sangat langka karena keduanya ditemukan di lapisan batuan yang sama, sehingga dapat dikaitkan langsung dengan hewan yang sama. Studi ini membantu memahami bagaimana predator tersebut berjalan dan berperilaku di dataran banjir kuno pada era Permian.Mallorca semakin dikenal sebagai lokasi penting dalam dunia paleontologi dengan berbagai temuan menarik seperti spesies reptil baru bernama Tramuntanasaurus. Jejak fosil seperti ini memberikan gambaran lengkap tentang kehidupan dan evolusi hewan purba yang membuka wawasan tentang sejarah panjang kehidupan di bumi.