Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Gempa Megathrust Segmen Enggano dan Risiko Tsunami Besar di Jawa

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
04 Jan 2026
96 dibaca
2 menit
Bahaya Gempa Megathrust Segmen Enggano dan Risiko Tsunami Besar di Jawa

TLDR

Indonesia berisiko tinggi terhadap gempa megathrust akibat lokasi geologisnya.
Segmen Enggano memiliki potensi besar untuk memicu tsunami yang dapat mencapai pesisir Banten dan Jakarta.
Pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap risiko bencana alam seperti gempa dan tsunami.
Indonesia adalah negara yang rawan bencana gempa bumi karena terletak di wilayah Cincin Api Pasifik. Salah satu ancaman terbesar berasal dari segmen Megathrust di zona subduksi, terutama di segmen Enggano dekat selatan Jawa Barat. Energi yang ditemukan di segmen ini terus terkumpul dan bisa dilepaskan dalam bentuk gempa hebat.Jika segmen Enggano bergerak, gempa bumi dengan magnitudo hingga 8,7 bisa terjadi dan sangat mungkin menyebabkan tsunami besar. Tsunami ini bisa mencapai tinggi hingga 20 meter dan mengancam wilayah pesisir selatan Jawa, termasuk Pangandaran, serta menyebar ke Banten dan Lampung di sekitar Selat Sunda.Wilayah pesisir Banten dan Lampung yang menghadap Selat Sunda juga akan terkena dampak tsunami, dengan tinggi gelombang yang bervariasi antara 4 sampai 8 meter. Bahkan, kawasan pesisir utara Jakarta juga berisiko diterjang gelombang tsunami setinggi 1 sampai 1,8 meter, dengan waktu kedatangan tsunami sekitar 2,5 jam setelah gempa terjadi.Para peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada akan risiko ini. Selain kerusakan fisik dan potensi kematian, dampak sosial ekonomi dan gangguan layanan dasar juga bisa terjadi sebagai akibat dari gempa dan tsunami megathrust.Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana ini. Pemahaman masyarakat terhadap bahaya dan langkah mitigasi harus ditingkatkan agar bisa menanggapi secara cepat dan tepat saat gempa dan tsunami benar-benar terjadi.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.