Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Cyanobacteria Dikerahkan untuk Rehabilitasi Ribuan Hektar Gurun di China

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (3mo ago) climate-and-environment (3mo ago)
31 Des 2025
45 dibaca
2 menit
Cyanobacteria Dikerahkan untuk Rehabilitasi Ribuan Hektar Gurun di China

Rangkuman 15 Detik

Cyanobacteria dapat digunakan untuk memerangi desertifikasi dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Teknik pengkrustasian dikembangkan secara sistematis selama lebih dari satu dekade.
Inisiatif Great Green Wall berupaya mengatasi masalah lingkungan di Tiongkok dan negara lain.
Di wilayah gurun, sangat sulit bagi tanaman untuk bertahan hidup karena pasir yang mudah bergeser menghalangi pertumbuhan tumbuhan. Hal ini menyebabkan kesulitan besar dalam upaya mengubah gurun menjadi tanah subur yang bisa ditanami. Para ilmuwan di China kini menggunakan cyanobacteria, mikroorganisme yang juga dikenal sebagai ganggang hijau-biru, untuk membantu mengatasi masalah ini. Strain cyanobacteria yang dipilih secara khusus memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi panas dan kering yang ekstrem. Ketika hujan turun, mikroba ini hidup dan berkembang dengan cepat, membentuk lapisan biomassa yang keras di atas permukaan pasir. Lapisan ini membantu menstabilkan dunas dan mencegah pergeseran pasir yang menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan tanaman. Teknologi biocrusting ini dikembangkan oleh Stasiun Penelitian Eksperimen Gurun Shapotou di daerah otonom Ningxia Hui, di tepi Gurun Tengger. Metode ini sekarang menjadi bagian dari strategi pengendalian pasir dan penghijauan dalam proyek Great Green Wall yang besar di Cina, yang bertujuan memperluas area hijau dan melawan proses desertifikasi. Dalam lima tahun ke depan, teknik ini direncanakan akan diterapkan pada sekitar 5.333 hingga 6.667 hektar gurun di wilayah Ningxia saja. Jika berjalan sesuai rencana, teknik ini berpotensi besar untuk merevolusi cara dunia memandang dan menangani masalah gurun yang semakin meluas di banyak wilayah. Ini merupakan langkah unik dan pertama dalam sejarah manusia di mana mikroorganisme digunakan secara besar-besaran untuk mengubah lanskap alam. Penerapan teknologi ini di China bisa menjadi contoh bagi negara lain, termasuk wilayah Afrika dan Mongolia, dalam menghadapi tantangan lingkungan terkait desertifikasi dan perubahan iklim.

Analisis Ahli

Professor Wang Wei (Ahli Ekologi Gurun, Chinese Academy of Sciences)
Penggunaan cyanobacteria sebagai agen stabilisasi pasir adalah terobosan penting yang potensial mengatasi masalah desertifikasi secara efektif tanpa dampak lingkungan negatif. Ini juga membuka peluang pengembangan lebih lanjut teknologi bioengineering untuk restorasi lahan kering di skala global.