Bahaya Sistem Operasi Android Usang: Risiko Keamanan untuk Miliaran Pengguna
Courtesy of CNBCIndonesia

Bahaya Sistem Operasi Android Usang: Risiko Keamanan untuk Miliaran Pengguna

Memberikan wawasan tentang risiko keamanan yang dihadapi miliaran pengguna Android akibat sistem operasi usang yang tidak lagi mendapat pembaruan dan memperlihatkan kontras dukungan pembaruan antara Android dan Apple, agar pengguna sadar akan pentingnya menjaga perangkat tetap updated.

30 Des 2025, 06.48 WIB
197 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Banyak pengguna Android masih menggunakan versi yang tidak mendapatkan pembaruan keamanan, meningkatkan risiko serangan siber.
  • Fragmentasi Android menghambat distribusi pembaruan keamanan, berbeda dengan Apple yang memiliki sistem pembaruan yang lebih terintegrasi.
  • Perlunya kesadaran pengguna akan pentingnya memperbarui perangkat mereka untuk melindungi data pribadi dari ancaman siber.
Jakarta, Indonesia - Banyak pengguna Android di seluruh dunia menggunakan versi sistem operasi yang sudah lama dan tidak mendapat pembaruan keamanan dari Google. Hal ini membuat perangkat mereka rentan terhadap berbagai serangan siber dan malware. Data menunjukkan bahwa lebih dari 30% pengguna Android menggunakan Android 13 atau versi yang lebih lama, sebuah versi yang keluar pada 2022.
Hampir satu miliar pengguna Android terancam risiko keamanan karena ponsel yang mereka gunakan tidak lagi menerima pembaruan resmi. Oleh karena itu, celah keamanan terbaru yang ditemukan oleh Google tidak dapat diperbaiki pada perangkat tersebut, sehingga membuat data pribadi dan informasi penting berbahaya.
Perusahaan keamanan siber Zimperium menemukan bahwa setidaknya selama satu periode dalam setahun, lebih dari setengah perangkat seluler di dunia menjalankan sistem operasi usang. Beberapa perangkat ini bahkan sudah terinfeksi malware yang membahayakan pengguna dan data yang tersimpan di dalamnya.
Di sisi lain, perbandingan dengan Apple sangat jelas terlihat. Sekitar 90% perangkat iPhone masih mendapatkan pembaruan dari Apple, sehingga lebih terlindung dari serangan keamanan. Fragmentasi Android yang melibatkan banyak produsen dan variasi perangkat menyebabkan pembaruan berjalan lambat dan tidak merata.
Para ahli mengingatkan bahwa peretas semakin gencar membidik perangkat Android yang usang untuk mencuri informasi sensitif, terutama kredensial aplikasi keuangan. Risiko ini membuat pengguna harus waspada dan mungkin mempertimbangkan untuk mengganti perangkat atau lebih rajin memperbarui sistem operasi mereka.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251230064525-37-698152/hp-masih-pakai-android-13-simpan-bahaya-besar-korbannya-banyak

Analisis Ahli

James Maude
"Eksploitasi celah keamanan dalam sistem operasi lama akan menjadi alat utama bagi peretas untuk melakukan serangan siber yang lebih terorganisir dan berbahaya."

Analisis Kami

"Fragmentasi Android telah menjadi kelemahan fundamental yang sulit diatasi tanpa perubahan besar dalam ekosistem produksi dan distribusi pembaruan perangkat lunak. Pengguna harus lebih proaktif memilih perangkat dan sistem operasi yang mendapatkan dukungan jangka panjang demi keamanan pribadi mereka."

Prediksi Kami

Jika fragmentasi Android dan kurangnya pembaruan keamanan terus berlanjut, serangan siber terhadap pengguna Android akan meningkat secara signifikan, berpotensi menyebabkan kerugian data pribadi dan finansial yang besar di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi perhatian utama dalam artikel ini?
A
Artikel ini menyoroti masalah keamanan serius pada sistem operasi Android yang dialami miliaran pengguna.
Q
Berapa persen pengguna Android di seluruh dunia yang masih menggunakan versi lama?
A
Lebih dari 30% pengguna Android di seluruh dunia masih menjalankan Android 13 atau versi yang lebih lama.
Q
Apa yang ditemukan oleh Zimperium terkait perangkat seluler global?
A
Zimperium mencatat bahwa lebih dari 50% perangkat seluler global menjalankan sistem operasi usang, dan beberapa di antaranya telah terkompromi.
Q
Bagaimana situasi dukungan perangkat lunak antara Android dan Apple?
A
Sekitar 90% iPhone aktif di seluruh dunia masih mendapatkan dukungan pembaruan perangkat lunak dari Apple, sedangkan Android memiliki banyak perangkat yang tidak mendapatkan pembaruan.
Q
Mengapa fragmentasi Android menjadi masalah dalam distribusi pembaruan?
A
Fragmentasi Android menyebabkan pembaruan menjadi lebih lambat dan tidak merata karena banyaknya produsen dan variasi perangkat.