Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Gempa Megathrust Meningkat, Ini Zona dan Dampaknya di Indonesia

Sains
Iklim dan Lingkungan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
25 Des 2025
67 dibaca
2 menit
Bahaya Gempa Megathrust Meningkat, Ini Zona dan Dampaknya di Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 menunjukkan peningkatan jumlah zona megathrust.
Gempa besar di zona megathrust selatan Jawa dapat memicu tsunami yang berpotensi merusak.
Kesiapsiagaan dan pemantauan ilmiah sangat penting untuk mengurangi risiko akibat gempa di Indonesia.
Indonesia menghadapi ancaman gempa megathrust yang makin nyata dengan adanya pembaruan Peta Sumber dan Bahaya Gempa 2024. Jumlah zona megathrust bertambah dari 13 menjadi 14 titik yang menunjukkan peningkatan risiko gempa besar di negara ini, khususnya di wilayah selatan Pulau Jawa. Zona megathrust selatan Jawa diperkirakan dapat memicu gempa besar hingga magnitudo 8,7 yang berpotensi menyebabkan tsunami besar hingga 20 meter tinggi, dengan dampak meluas ke pesisir Banten, Selat Sunda, dan Lampung. Meski dampak tsunami untuk Jakarta relatif lebih kecil, namun gelombangnya tetap signifikan di pesisir utara. Menurut para ahli dari BRIN dan BMKG, istilah 'menunggu waktu' yang sering disalahartikan sebenarnya menandakan bahwa zona tersebut sudah lama menyimpan energi tektonik dan berisiko tinggi, tetapi bukan prediksi waktunya pasti terjadi gempa. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pemantauan ilmiah sangat diperlukan. Para pakar internasional dan lokal sepakat bahwa pemantauan deformasi kerak bumi dengan teknologi modern seperti GNSS dan geodesi dasar laut penting untuk memahami dan mengantisipasi potensi gempa. Studi seperti fenomena slow slip event juga menjadi indikator penting untuk mendeteksi awal gempa megathrust. Untuk meminimalkan dampak bencana, peningkatan kesiapsiagaan publik, penguatan infrastruktur tahan gempa, dan simulasi pengurangan risiko bencana perlu terus diperkuat secara berkesinambungan. Pemahaman ilmiah dan teknologi menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman gempa megathrust ini.

Analisis Ahli

Nuraini Rahma Hanifa
Energi tektonik yang terakumulasi dalam zona subduksi selatan Jawa dapat melepaskan gempa besar hingga M 8,7 yang juga memicu tsunami hingga 20 meter tinggi.
Iswandi Imran
Kontur bahaya gempa pada peta terbaru lebih rapat mengindikasikan peningkatan risiko gempa signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kosuke Heki
Zona megathrust Indonesia memiliki karakter geologi mirip Nankai Trough di Jepang dengan gempa besar terjadi dalam interval 50-100 tahun; penting untuk memakai GNSS dan pengukuran geodesi untuk pemantauan.
Endra Gunawan
Patahan di selatan Jakarta mengalami pergeseran sekitar 3 milimeter per tahun, yang menunjukkan potensi seismogenik yang perlu dipantau lebih lanjut.
Muhammad Al Kautsar
Integrasi data GNSS nasional sangat penting untuk pemantauan deformasi mikro harian dan mitigasi risiko gempa secara efektif.