Trip.com Tangguhkan Kerja Sama dengan Kamboja Akibat Kekhawatiran Keamanan Wisatawan China
Courtesy of SCMP

Trip.com Tangguhkan Kerja Sama dengan Kamboja Akibat Kekhawatiran Keamanan Wisatawan China

Menginformasikan penangguhan kerja sama antara Trip.com Group dengan Kamboja akibat kekhawatiran keamanan yang meningkat di kalangan wisatawan China serta upaya Kamboja untuk tetap menarik wisatawan dengan berbagai kebijakan baru.

25 Des 2025, 18.00 WIB
88 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Trip.com menangguhkan kemitraan dengan Kamboja karena masalah keamanan untuk wisatawan Tiongkok.
  • Kedutaan Besar Tiongkok telah mengeluarkan beberapa peringatan terkait keamanan bagi warganya di Kamboja.
  • Kamboja sedang berusaha menarik lebih banyak wisatawan Tiongkok dengan rencana visa bebas pada tahun 2026.
Phnom Penh, Kamboja - Pada tahun 2025 hingga bulan Oktober, Kamboja berhasil menerima sekitar 1 juta wisatawan asal China yang merupakan bagian dari total 4,8 juta pengunjung internasional. Popularitas destinasi seperti Siem Reap dan Phnom Penh tetap tinggi meskipun ada isu keamanan yang muncul.
Namun, kerja sama antara Trip.com Group, platform perjalanan online terbesar di China, dan otoritas pariwisata Kamboja ditangguhkan. Penangguhan ini terjadi akibat meningkatnya kekhawatiran mengenai keselamatan wisatawan China di Kamboja, terutama terkait peringatan dari Kedutaan Besar China.
Sejak Desember 2025, Kedutaan Besar China di Kamboja mengeluarkan lima peringatan yang sebagian besar mengenai bentrokan perbatasan dengan Thailand dan penipuan digital yang menimpa warga negara China. Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat China yang ingin berwisata ke Kamboja.
Meskipun demikian, pihak Kamboja tetap meyakinkan dunia bahwa negara mereka aman dan destinasi utama masih buka serta beroperasi normal. Selain itu, Kamboja juga berencana untuk menerapkan kebijakan bebas visa bagi warga China pada periode Juni hingga Oktober 2026 sebagai upaya menarik lebih banyak wisatawan.
Trip.com menjamin bahwa kemitraan yang sempat diumumkan tersebut tidak melibatkan pertukaran data pengguna, dan menegaskan komitmen mereka terhadap keamanan data pengguna. Namun, sentimen negatif yang muncul di masyarakat China menyebabkan beberapa pengguna mengancam untuk menghapus aplikasi tersebut.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/tech-trends/article/3337714/tripcom-suspends-tourism-partnership-cambodia-amid-border-clashes-cyber-concerns?module=top_story&pgtype=section

Analisis Ahli

Dr. Indra Wibowo, Pakar Pariwisata Asia Tenggara
"Peran pemerintah lokal dalam mengelola keamanan dan komunikasi krisis sangat krusial agar wisatawan internasional tetap percaya dan nyaman berkunjung ke Kamboja."

Analisis Kami

"Penangguhan kemitraan ini menunjukkan bagaimana isu keamanan dan persepsi publik sangat mempengaruhi industri pariwisata internasional, terutama dari pasar besar seperti China. Kamboja harus fokus memperbaiki citra keamanannya untuk mempertahankan dan meningkatkan angka kedatangan wisatawan China demi keberlanjutan ekonomi pariwisatanya."

Prediksi Kami

Jika ketegangan politik dan masalah keamanan di perbatasan tidak mereda, kunjungan wisatawan China ke Kamboja kemungkinan akan menurun, meskipun Kamboja menawarkan kebijakan bebas visa baru.

Pertanyaan Terkait

Q
Berapa banyak wisatawan Tiongkok yang mengunjungi Kamboja dalam 10 bulan pertama tahun 2025?
A
Kamboja menerima sekitar 1 juta wisatawan Tiongkok, yang merupakan lebih dari 20 persen dari total 4,8 juta pengunjung internasional.
Q
Mengapa kemitraan Trip.com dengan otoritas pariwisata Kamboja ditangguhkan?
A
Kemitraan tersebut ditangguhkan karena adanya peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Kamboja.
Q
Apa yang menjadi perhatian utama Kedutaan Besar Tiongkok di Kamboja?
A
Kedutaan Besar Tiongkok mengeluarkan peringatan terkait bentrokan perbatasan dan skema penipuan yang menargetkan warga Tiongkok.
Q
Apa rencana Kamboja untuk menarik wisatawan Tiongkok pada tahun 2026?
A
Kamboja berencana untuk mencoba kunjungan bebas visa bagi warga Tiongkok dari 15 Juni hingga 15 Oktober 2026.
Q
Apa langkah yang diambil Trip.com untuk mengatasi kekhawatiran tentang keamanan data?
A
Trip.com menyatakan bahwa kesepakatan mereka tidak melibatkan kerjasama data dan tidak mengungkapkan informasi privasi pengguna.