CATL Bersiap Restart Tambang Lithium Yichun untuk Turunkan Biaya Baterai EV
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
25 Des 2025
160 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Operasi kembali tambang Yichun dapat menurunkan biaya lithium dan baterai EV.
CATL merupakan pemain kunci dalam industri baterai kendaraan listrik dan mempengaruhi pasokan global.
Harga lithium yang meningkat dapat berdampak negatif pada biaya mobil listrik di pasar.
CATL, produsen baterai terbesar dunia untuk kendaraan listrik, berencana untuk mengaktifkan kembali tambang lithium Yichun yang terletak di provinsi Jiangxi, Tiongkok. Tambang ini sudah berhenti beroperasi sejak bulan Agustus karena lisensi kegiatan operasinya habis. Dengan restart ini, CATL hendak memperkuat kapasitas produksinya di tengah tekanan penurunan biaya dari produsen mobil listrik.
Lithium adalah bahan utama dalam pembuatan baterai lithium iron phosphate (LFP), yang sangat populer untuk kendaraan listrik pasar massal. Dengan pasokan lithium yang kembali normal, harga bahan baku lithium diharapkan turun dari kenaikan tajam yang sempat terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Menurut analis dan lembaga riset seperti UBS, tambang Yichun mampu memberikan kontribusi hingga 8 persen dari total produksi lithium nasional Tiongkok. Situasi ini menjadi pusat perhatian karena harga lithium telah melonjak lebih dari 20 persen sejak Agustus 2023, mencapai sekitar 110.000 yuan per ton.
CATL hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait rencana restart tambang tersebut. Namun, langkah ini dinilai sangat penting untuk menstabilkan pasar bahan baku baterai dan menurunkan harga yang akan berdampak positif bagi industri kendaraan listrik secara luas.
Harga saham CATL mengalami penurunan kecil menjelang kabar ini, refleksi dari dinamika pasar yang menantikan dampak lanjutan dari restart tambang tersebut. Jika restart tambang berjalan lancar, ini bisa membuat baterai kendaraan listrik menjadi lebih terjangkau bagi konsumen.
Analisis Ahli
Chen Jinzhu
Penambahan output lithium dari Yichun akan secara langsung menekan harga bahan baku, sehingga memberikan keuntungan besar bagi produsen baterai dan produsen kendaraan listrik.

