Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

CATL Hentikan Produksi Lithium, Harga Naik Drastis di Tengah Aturan Ketat Beijing

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (7mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (7mo ago)
11 Agt 2025
223 dibaca
2 menit
CATL Hentikan Produksi Lithium, Harga Naik Drastis di Tengah Aturan Ketat Beijing

Rangkuman 15 Detik

Kenaikan harga lithium karbonat dipicu oleh penghentian produksi tambang oleh CATL.
Kebijakan pemerintah Beijing bertujuan untuk mengendalikan kapasitas berlebih di industri baterai EV.
Fluktuasi harga lithium dapat mempengaruhi margin keuntungan produsen baterai.
Pada hari Senin, kontrak lithium karbonat di Bursa Guangzhou melonjak sebesar batas harian 8%, mencapai harga sekitar Rp 188.36 juta (US$11,279) per ton. Kenaikan harga ini terkait dengan keputusan perusahaan baterai kendaraan listrik terbesar di dunia, CATL, yang menghentikan sementara produksi lithium di salah satu tambang utama di Yichun, Cina, karena lisensi operasional tambang tersebut telah habis. CATL memastikan telah mengajukan permohonan untuk memulai kembali produksi namun menyatakan penghentian sementara ini hanya akan berdampak terbatas pada bisnis mereka. Para analis menyatakan bahwa tindakan ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah Beijing untuk mengatasi kelebihan kapasitas pada sektor produksi baterai kendaraan listrik yang tengah berkembang pesat. Harga lithium yang sangat fluktuatif sangat memengaruhi biaya produksi baterai kendaraan listrik dan pada akhirnya harga mobil listrik di pasar. Menurut analis Citigroup, kenaikan harga lithium sebesar 10.000 yuan per ton dapat mengurangi margin keuntungan CATL hingga empat persen, yang menunjukkan betapa sensitifnya industri ini terhadap harga bahan baku. Analisis dari para konsultan keuangan menyebutkan bahwa langkah Beijing ini menunjukkan sikap tegas untuk mengendalikan kapasitas produksi agar tidak terjadi kelebihan produksi yang dapat merusak stabilitas pasar. Namun, belum ada kepastian apakah pemerintah akan mengambil langkah lebih lanjut dalam mengatur output lithium di masa depan. Situasi ini mencerminkan dinamika kompleks dalam industri baterai kendaraan listrik yang menghadapi tekanan regulasi sekaligus permintaan pasar yang tinggi. Para pelaku industri harus siap menghadapi perubahan dengan strategi produksi yang lebih efisien agar tetap dapat bertahan di pasar global yang kompetitif.

Analisis Ahli

Ding Haifeng
Penghentian ini adalah indikasi langkah tegas Beijing untuk mengontrol kelebihan kapasitas di industri baterai kendaraan listrik, namun masih perlu dilihat apakah pemerintah akan memberlakukan pembatasan lebih lanjut.