Trump Bentuk Tim Tech Force dengan 25.000 Pelamar untuk Proyek AI Federal
Courtesy of CNBCIndonesia

Trump Bentuk Tim Tech Force dengan 25.000 Pelamar untuk Proyek AI Federal

Memberikan informasi tentang pembentukan Tech Force oleh pemerintah AS yang bertujuan merekrut tenaga ahli teknologi untuk mengembangkan proyek AI di pemerintahan, sekaligus memberitahu peluang karier dan kompensasi menarik bagi calon pelamar.

24 Des 2025, 18.10 WIB
91 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Tech Force dibentuk untuk mengisi posisi di bidang AI di pemerintahan federal AS.
  • Perekrutan untuk Tech Force dilakukan setelah PHK massal di berbagai agensi pemerintah.
  • Proyek yang dijalankan oleh Tech Force melibatkan kolaborasi dengan perusahaan teknologi besar.
Jakarta, Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat di bawah presiden Donald Trump mengumumkan rencana pembentukan satuan siber baru bernama Tech Force. Tim ini akan terdiri dari para profesional teknologi yang fokus pada pengembangan proyek kecerdasan buatan (AI) di berbagai instansi pemerintah selama dua tahun.
Tech Force membuka lowongan sebanyak 1.000 posisi, namun sudah ada sekitar 25.000 orang yang mendaftar. Karena itu, persaingan untuk menjadi bagian dari tim ini sangat ketat, khususnya di bidang pengembang software, ahli data, dan ilmuwan teknologi lainnya.
Program ini didukung oleh sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Amazon Web Services, Apple, Google, Microsoft, Nvidia, OpenAI, Oracle, Palantir, dan Salesforce. Ini menunjukkan bahwa proyek pemerintah dan sektor swasta akan berjalan beriringan secara erat.
Para anggota Tech Force akan mendapatkan gaji tahunan cukup tinggi, yakni antara Rp 2.50 juta (US$150.000) sampai Rp 3.34 juta (US$200.000) , belum termasuk tunjangan lain. Setelah masa tugas selesai, mereka juga berpeluang direkrut permanen oleh perusahaan teknologi mitra, dan sebaliknya perusahaan dapat menugaskan karyawannya ke pemerintahan.
Pembentukan Tech Force juga bertujuan untuk menanggapi kebutuhan standar kebijakan nasional AI yang lebih terintegrasi di seluruh Amerika Serikat, sekaligus meneruskan program yang sebelumnya telah dijalankan oleh beberapa presiden sebelumnya, seperti Joe Biden.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20251224161557-37-697119/25000-orang-berebut-kerja-gaji-sampai-rp-33-miliar

Analisis Ahli

Andrew Ng
"Inisiatif seperti Tech Force diperlukan untuk mempercepat adopsi AI di sektor publik dan meningkatkan inovasi nasional."
Fei-Fei Li
"Kerjasama antara pemerintah dan perusahaan teknologi adalah langkah strategis, namun harus dipastikan keamanan data dan privasi masyarakat tetap terjaga."

Analisis Kami

"Pembentukan Tech Force menunjukkan upaya pemerintah AS untuk mengatasi kesenjangan talenta teknologi sekaligus memperkuat cyber defense nasional. Namun, ambisi program ini harus diimbangi dengan manajemen yang transparan agar efektivitas dan etika penerapan AI dapat dijaga dengan baik."

Prediksi Kami

Tech Force akan menjadi contoh integrasi antara sektor publik dan swasta dalam pengembangan teknologi AI, yang dapat memicu tren perekrutan tenaga teknologi berbasis proyek serupa di pemerintahan negara lain.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan pembentukan Tech Force?
A
Tujuan pembentukan Tech Force adalah untuk merekrut ahli teknologi untuk proyek pemerintah di bidang AI.
Q
Siapa yang mengumumkan pembentukan Tech Force?
A
Pembentukan Tech Force diumumkan oleh Donald Trump.
Q
Berapa banyak lowongan yang dibuka untuk Tech Force?
A
Tech Force membuka 1.000 lowongan dari 25.000 pelamar.
Q
Apa gaji yang ditawarkan untuk posisi di Tech Force?
A
Gaji yang ditawarkan untuk posisi di Tech Force berkisar antara US$150.000 hingga US$200.000 per tahun.
Q
Perusahaan teknologi apa yang menjadi mitra Tech Force?
A
Perusahaan teknologi yang menjadi mitra Tech Force antara lain Amazon Web Services, Apple, dan Google.