TLDR
Lemon Slice berinovasi dengan model difusi untuk menciptakan avatar digital yang interaktif. Perusahaan memperoleh dukungan pendanaan yang signifikan dari investor ternama. Teknologi yang dikembangkan bertujuan untuk mengatasi masalah 'uncanny valley' dalam avatar digital. Perkembangan AI selama ini banyak berfokus pada chatbot berbasis teks yang kurang interaktif secara visual. Lemon Slice hadir dengan teknologi baru bernama Lemon Slice-2, sebuah model generatif video yang mampu menciptakan avatar digital hanya dari satu gambar. Ini memungkinkan avatar digital yang hidup dan bisa berinteraksi secara real-time pada aplikasi yang bermacam-macam.Model tersebut menggunakan teknik diffusion generatif dengan 20 miliar parameter dan dapat dijalankan dengan satu GPU untuk streaming video 20 frame per detik. Teknologi ini juga disediakan dalam bentuk API dan widget yang mudah dipasang pada situs web, sehingga perusahaan dapat dengan cepat menambahkan avatar interaktif ke dalam platform mereka.Avatar yang dihasilkan tidak terbatas pada tampilan manusia saja, tetapi juga bisa dibuat menjadi karakter non-manusia sesuai kebutuhan. Pengguna juga bisa mengubah latar belakang, tampilan, dan gaya avatar kapan saja agar sesuai dengan konteks interaksi yang diinginkan. Suara avatar dihasilkan menggunakan teknologi dari ElevenLabs.Untuk mendukung pengembangan dan ekspansi, Lemon Slice berhasil mendapatkan pendanaan sebesar 10,5 juta dolar dari sejumlah investor ternama. Perusahaan berencana menggunakan dana ini untuk memperkuat tim teknik, strategi pemasaran, serta membiayai kebutuhan komputasi guna mengasah dan memperbesar model mereka.Lemon Slice menghadapi persaingan ketat dari startup lain di bidang avatar digital dan video generasi seperti D-ID, HeyGen, dan Sythesia. Namun, para pakar percaya pendekatan general-purpose dan kualitas teknologi produk Lemon Slice dapat menempatkannya sebagai pionir yang mampu melewati batasan avatar sebelum ini yang kaku dan kurang alami.