Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kolaborasi dan Tantangan AI di Dunia Hiburan dan Teknologi Wearables

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (4mo ago) artificial-intelligence (4mo ago)
13 Des 2025
127 dibaca
2 menit
Kolaborasi dan Tantangan AI di Dunia Hiburan dan Teknologi Wearables

Rangkuman 15 Detik

Kolaborasi antara OpenAI dan Disney menunjukkan potensi penggunaan karakter ikonik dalam teknologi baru.
Tuntutan hukum oleh The New York Times terhadap Perplexity AI menyoroti isu hak cipta dalam penggunaan konten oleh AI.
Inovasi dalam perangkat AI dan platform streaming seperti GammaTime dan Tavus mencerminkan tren baru dalam hiburan dan teknologi.
OpenAI dan Disney baru saja menjalin sebuah kesepakatan besar selama tiga tahun yang mencakup investasi sebesar satu miliar dolar. Kesepakatan ini memungkinkan OpenAI menggunakan 200 karakter milik Disney dalam alat AI video bernama Sora, yang dapat membuat video dan gambar pendek dengan karakter dari Disney, Pixar, Marvel, dan Star Wars. Namun, suara dan kemiripan aktor dilarang dalam penggunaan tersebut. Disney juga mempertahankan kontrol penuh atas bagaimana aset intelektualnya digunakan. Sementara itu, The New York Times mengajukan gugatan federal atas pelanggaran hak cipta terhadap startup AI bernama Perplexity AI yang dituduh menggunakan artikel Times tanpa izin dalam layanan pencarian dan generatif mereka. Gugatan ini mencakup klaim bahwa Perplexity menyalin dan menampilkan konten hampir kata demi kata tanpa adanya perjanjian lisensi. Hal ini menjadi bagian dari tren peningkatan tuntutan hukum oleh penerbit besar terhadap perusahaan AI. Di dunia teknologi, Meta mengumumkan akuisisi startup AI wearable bernama Limitless, yang terkenal dengan perangkat kalung pintar yang dapat merekam, mentranskripsi, dan merangkum percakapan nyata. Setelah akuisisi, Limitless akan berhenti menjual perangkat baru dan berfokus pada integrasi teknologi dan tim ke dalam proyek Meta Reality Labs, demi mengembangkan perangkat konsumen AI baru. Detail finansial transaksi ini tidak diumumkan. Produk wearable lainnya adalah XREAL Aura, sebuah prototipe kacamata AR berbasis Android XR yang dikembangkan oleh kerja sama Google-Qualcomm, dengan peluncuran direncanakan pada 2026. Kacamata ini memiliki fitur unik seperti lensa dimmable secara elektronik, pengalaman XR yang imersif dengan sudut pandang sekitar 70°, serta desain yang lebih ringan dengan proses komputasi dipindahkan ke perangkat kecil yang tersambung. Namun, teknologi ini belum dilengkapi dengan pelacakan mata dan menampilkan beberapa artefak visual. Bill Block, mantan CEO Miramax, meluncurkan GammaTime, platform streaming drama mikro yang menggabungkan AI dalam setiap tahap pengembangan, produksi, dan distribusinya. Platform ini sudah mengumpulkan pendanaan awal sebesar 14 juta dolar dari berbagai investor dan menyajikan lebih dari 20 judul pada peluncurannya. Dengan bantuan AI, GammaTime mengoptimalkan kualitas naskah, penerjemahan, dan pengujian audiens agar produksi lebih efisien dan cocok dengan tren hiburan mobile.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Kolaborasi antara perusahaan AI dan hiburan mencerminkan model bisnis baru yang memanfaatkan AI sebagai alat kreatif, namun integritas data dan hak cipta harus dijaga agar inovasi tetap etis.
Kate Crawford
Kasus hukum yang muncul dari penggunaan konten berhak cipta dalam AI menegaskan perlunya regulasi yang jelas dan transparansi dalam pengumpulan serta pemanfaatan data untuk menghindari eksploitasi dan pelanggaran hukum.