Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Influencer China Dilarang Setelah Viral Konsumsi Makanan Aneh dan Berbahaya

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
SCMP SCMP
21 Des 2025
40 dibaca
2 menit
Influencer China Dilarang Setelah Viral Konsumsi Makanan Aneh dan Berbahaya

Rangkuman 15 Detik

Influencer dapat memiliki dampak besar terhadap pengikutnya, terutama anak-anak.
Konsumsi makanan yang tidak aman dapat mengakibatkan masalah kesehatan serius.
Kreativitas dalam konten dapat menarik perhatian, tetapi juga dapat berisiko jika tidak mempertimbangkan keselamatan.
Seorang influencer makanan dari China yang dikenal dengan akun @chenchenchen menjadi viral karena konten live streamingnya yang menampilkan tindakan mengonsumsi makanan dan minuman aneh. Contohnya termasuk permen karet yang direndam dalam cuka dan pil minyak ikan yang diminum dalam jumlah sangat banyak. Sebelum diblokir, ia sudah mengumpulkan sekitar 700.000 pengikut dan mendapatkan 10 juta like di tiga platform media sosial sekaligus. Meski mendapat banyak perhatian, konten tersebut mendapat banyak kritik dari netizen terutama yang mengkhawatirkan pengaruh buruk kepada anak-anak. Salah satu video yang paling kontroversial adalah saat ia meminum sekitar 20 pil minyak ikan yang direndam dalam cuka, yang jauh melebihi dosis harian minyak ikan yang direkomendasikan yaitu 3.000 mg. Tindakan ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius. Setelah mendapat kritik dan laporan dari pengguna lain, influencer ini tetap mengulangi aksinya di video lain, sehingga platform akhirnya memutuskan untuk melarangnya melakukan siaran langsung dan membatasi akses akun tersebut. Kasus ini menjadi perhatian karena menunjukkan pentingnya pengawasan lebih ketat terhadap konten di media sosial, terutama yang bisa memberi efek negatif pada pengikut muda. Pemerintah dan platform media dituntut untuk lebih aktif mengatur dan melindungi kesehatan masyarakat.

Analisis Ahli

dokter spesialis gizi
Konsumsi pil minyak ikan dalam dosis yang sangat besar bisa menyebabkan efek samping seperti pendarahan dan gangguan pencernaan, sehingga tindakan ini tidak hanya ceroboh tapi juga berbahaya bagi kesehatan.
psikolog media sosial
Konten ekstrem seperti ini bisa mengarah ke normalisasi perilaku berisiko di kalangan remaja, sehingga perlu ada intervensi baik dari platform maupun keluarga.