TLDR
China telah berhasil meningkatkan produksi baja armor melalui investasi dalam teknologi. Cleveland-Cliffs menghentikan operasinya, menunjukkan tantangan yang dihadapi industri baja di Amerika Serikat. Ada kesenjangan yang semakin besar dalam kapasitas industri antara China dan Amerika Serikat dalam konteks manufaktur pertahanan. China telah berhasil meningkatkan produksi baja lapis baja militer sebesar 30 persen dengan terus berinvestasi dalam teknologi baru. Hal ini memungkinkan mereka memproduksi baja lapis baja berkualitas tinggi untuk tank dan kendaraan tempur secara lebih efisien dan dalam jumlah besar.Inner Mongolia First Machinery Group menyelesaikan tantangan teknis yang sebelumnya menghambat produksi massal. Mereka menggunakan alat pemotong yang terbuat dari kubik boron nitrida, bahan sintetis sangat keras yang mendekati kekerasan berlian, untuk meningkatkan umur alat dan menurunkan suhu produksi.Sementara itu, di Amerika Serikat, perusahaan Cleveland-Cliffs mengumumkan penutupan fasilitas pelapisan baja di Pennsylvania. Pabrik ini telah lama memasok baja lapis baja khusus untuk kapal angkatan laut, kendaraan darat militer, dan kendaraan tahan ranjau.Penutupan pabrik ini menandai melemahnya kapasitas industri pertahanan AS dalam memproduksi material penting. Hal ini menciptakan kesenjangan yang semakin jelas antara kemampuan produksi pertahanan AS dan China.Baja lapis baja sangat penting bagi pertahanan nasional karena sifatnya yang sangat kuat, keras, tahan tahan benturan, dan isolator termal yang baik. Produksi baja ini sulit dan mahal, sehingga pengembangan teknologi baru oleh China menjadi tonggak penting dalam persaingan industri pertahanan.