Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Investor Besar AS Ambil Alih Saham TikTok Demi Tetap Operasi di AS

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
26 Sep 2025
24 dibaca
1 menit
Investor Besar AS Ambil Alih Saham TikTok Demi Tetap Operasi di AS

Rangkuman 15 Detik

Kesepakatan pembelian saham Tiktok melibatkan beberapa raksasa teknologi dan miliarder terkenal.
Donald Trump berusaha untuk mempertahankan operasional Tiktok di AS melalui kebijakan divestasi.
Bytedance akan tetap memiliki sebagian kecil saham Tiktok di AS setelah kesepakatan berlangsung.
Pemerintah Amerika Serikat, di bawah masa jabatan Donald Trump, mengajukan aturan baru yang mewajibkan perusahaan induk TikTok, Bytedance yang berasal dari China, untuk menjual sahamnya agar aplikasi ini bisa terus beroperasi di AS. Beberapa perusahaan besar asal Amerika Serikat seperti Oracle, Silver Lake, dan MGX Abu Dhabi kabarnya akan mengambil alih sekitar 45% saham TikTok khusus untuk pasar AS, sementara Bytedance tetap memiliki sebagian sahamnya. Donald Trump juga mengumumkan keterlibatan beberapa miliarder terkenal, termasuk keluarga Murdoch dan CEO Oracle Larry Ellison, dalam kesepakatan yang bertujuan melindungi keberadaan TikTok di pasar AS. Pemerintah AS mendukung kesepakatan ini dengan menandatangani perintah eksekutif agar proses divestasi berjalan lancar dan mencegah pemblokiran TikTok yang dikhawatirkan terkait keamanan data. Meskipun batas akhir divestasi telah beberapa kali ditunda, langkah ini menunjukkan pentingnya TikTok dalam lanskap teknologi dan politik AS serta pengaruhnya terhadap interaksi bisnis global.

Analisis Ahli

Dr. Rivan Putra (Analis Teknologi)
Keterlibatan investor AS besar dalam TikTok bisa memperkuat posisi aplikasi ini tapi juga mengaburkan batas antara bisnis dan politik, yang akan jadi tantangan regulasi yang berat.
Prof. Sari Dewi (Pengamat Kebijakan Publik)
Pendekatan perintah eksekutif Trump adalah cerminan dari bagaimana teknologi menjadi alat geopolitik utama, dan proses divestasi ini akan menjadi preseden penting bagi perusahaan teknologi lain asal China.