Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Jadi Pusat Inovasi Farmasi Dunia dengan Indeks Baru CPIII

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (3mo ago) health-and-medicine (3mo ago)
19 Des 2025
180 dibaca
1 menit
China Jadi Pusat Inovasi Farmasi Dunia dengan Indeks Baru CPIII

Rangkuman 15 Detik

China semakin dikenal sebagai pusat inovasi farmasi.
Perusahaan farmasi di China lebih efisien dalam pengembangan obat.
Indeks Inovasi dan Penemuan Farmasi China menandai transisi dari generik ke inovasi.
China mulai dikenal bukan hanya sebagai pembuat obat generik, tapi juga sebagai pusat inovasi farmasi yang memiliki pengembangan dan penelitian canggih setara dengan perusahaan besar dunia. Ini menandai perubahan besar dalam industri farmasi di China. Untuk mengukur kemajuan ini, dua perusahaan konsultan bernama SAI MedPartners dan Idea Pharma meluncurkan sebuah indeks baru bernama China Pharmaceutical Innovation and Invention Index (CPIII) pada 7 Desember. Indeks ini bertujuan menunjukkan daftar peringkat perusahaan farmasi di China yang inovatif. Menurut Jacqueline Poot, presiden dari Idea Pharma, pengembangan obat di China jauh lebih efisien. Contohnya, rata-rata biaya global membawa obat baru ke pasar adalah sekitar 5 miliar dolar AS, sementara perusahaan China seperti Hengrui hanya membutuhkan sekitar 1 miliar dolar AS. Selain itu, bioteknologi tahap awal di China menjalankan program uji klinis yang besar dan luas, sesuatu yang jarang ditemui di Eropa atau Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan kemajuan dan ambisi besar mereka dalam bidang inovasi farmasi. Dengan kemampuan ini, China kini berdiri sebagai pemain kuat di industri farmasi dunia yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing di pasar global.

Analisis Ahli

Jacqueline Poot
Perusahaan farmasi China lebih efisien dalam pengembangan obat dengan biaya jauh lebih rendah serta melakukan uji klinis besar yang jarang ada di Barat.