NASA Amati Komet Antarbintang 3I/ATLAS dengan Teknologi Misi Europa Clipper
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
19 Des 2025
20 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Komet 3I/ATLAS akan mencapai titik terdekat dengan Bumi pada 18-19 Desember.
NASA menggunakan teknologi dari Europa Clipper untuk mempelajari komet antar bintang ini.
Observasi 3I/ATLAS dapat memberikan wawasan tentang elemen yang membentuk atmosfer komet.
Sebuah pesawat ruang angkasa NASA bernama Europa Clipper baru-baru ini mengamati komet antarbintang 3I/ATLAS yang sedang melewati tata surya kita dengan kecepatan sangat tinggi. Komet ini cukup dekat dengan Bumi, sekitar 168 juta mil, sehingga bisa dilihat menggunakan teleskop rumah.
Meskipun tujuan utama Europa Clipper adalah mengeksplorasi bulan es Jupiter, Europa, pesawat ini memanfaatkan kesempatan untuk mengamati 3I/ATLAS menggunakan instrumen ultravioletnya. Observasi ini memberikan gambaran yang lebih dalam mengenai komposisi komet yang tidak terlihat dengan mata manusia.
Instrumen ultraviolet di pesawat tersebut mengamati gas dan es yang keluar dari komet, membentuk atmosfer sementara yang disebut koma. Data awal menunjukkan komet ini kaya akan es karbon dioksida dan mengeluarkan gas diatomik karbon yang memberi warna hijau pada komet tersebut.
Para ilmuwan NASA menggunakan teknologi yang akan digunakan di misi Europa Clipper untuk memahami unsur-unsur kimia dan fisika komet. Ini juga menjadi latihan penting sebelum pesawat tersebut tiba di Jupiter tahun 2030 untuk mencari petunjuk adanya kehidupan di bawah permukaan bulan Europa.
Komet 3I/ATLAS adalah pengunjung langka dari luar tata surya, dan pengamatan ini membuka peluang baru bagi para ilmuwan untuk mempelajari benda antarbintang serta mengasah teknologi pengamatan yang dapat diaplikasikan pada eksplorasi planet dan bulan di masa depan.
Analisis Ahli
Dr. Emily Lakdawalla (Ilmuwan Planet)
Analisis ultraviolet terhadap komet antarbintang seperti 3I/ATLAS sangat penting karena mampu mengungkapkan komposisi kimiawi yang tidak dapat dilihat dengan instrumen optik biasa. Hal ini memberikan wawasan baru tentang asal-usul dan evolusi benda luar angkasa yang datang dari sistem bintang lain.

