
Courtesy of NatureMagazine
Terobosan Sains 2024: Dari Matahari hingga Terapi Gen Personal dan Misi Luar Angkasa
Menginformasikan berbagai perkembangan penting dalam penelitian ilmiah dan teknologi yang dijadwalkan terjadi pada tahun berikutnya, serta dampaknya pada pemahaman manusia tentang alam semesta, kesehatan, dan teknologi.
18 Des 2025, 07.00 WIB
237 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penggunaan AI dalam penelitian sains semakin meningkat dengan potensi untuk menghasilkan kemajuan ilmiah yang signifikan.
- Misi luar angkasa dari berbagai negara, termasuk India, Amerika Serikat, dan China, akan semakin aktif dalam menjelajahi bulan dan Mars.
- Perkembangan terapi gen yang dipersonalisasi dapat memberikan harapan baru bagi pengobatan gangguan genetik langka.
Bulan, Tata Surya; Philadelphia, Amerika Serikat; Inggris; China; Jepang; India; Eropa - Pada tahun 2024, berbagai kemajuan ilmiah dan teknologi akan menjadi sorotan dunia. Salah satunya adalah misi Aditya-L1 dari India yang akan mengamati Matahari pada puncak siklus aktivitasnya untuk memahami fenomena seperti bintik matahari dan badai matahari secara lebih mendalam.
Selain itu, akan ada dua uji klinis penting yang fokus pada pengembangan terapi gen personal untuk anak-anak dengan gangguan genetik langka, memperluas keberhasilan terapi CRISPR yang sebelumnya telah membantu seorang bayi dengan gangguan metabolik langka.
Di bidang kesehatan, Inggris akan mengumumkan hasil dari uji klinis besar atas tes darah tunggal yang dapat mendeteksi sekitar 50 jenis kanker sejak dini, yang berpotensi merevolusi cara deteksi dan pengobatan kanker di masa depan.
Dalam eksplorasi luar angkasa, NASA akan meluncurkan Artemis II mengelilingi Bulan dengan awak manusia pertama setelah beberapa dekade, sementara China juga akan mengirim Chang’e-7 menuju kutub selatan Bulan untuk mencari es air dan aktivitas seismik bulan.
Akhirnya, bidang geologi juga mendapat perhatian dengan ekspedisi pengeboran laut dalam pertama oleh kapal Meng Xiang dari China yang akan mengeksplorasi mantel bumi, membantu ilmuwan memahami lebih jauh proses pembentukan dasar lautan dan aktivitas tektonik.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03673-6
[1] https://nature.com/articles/d41586-025-03673-6
Analisis Ahli
Dr. Anita Desai (Ahli Astrofisika)
"Misi seperti Aditya-L1 sangat penting untuk memahami fenomena matahari, yang berdampak langsung pada sistem satelit dan teknologi komunikasi di Bumi."
Prof. Michael Lee (Genetika dan Terapi Gen)
"Terapi gen yang dipersonalisasi untuk penyakit langka membuka era baru pengobatan, namun tantangan etis dan teknis masih harus dihadapi dalam perluasan aksesnya."
Analisis Kami
"Kemajuan seperti misi Aditya-L1 dan uji klinis terapi gen menunjukkan bahwa integrasi teknologi canggih dan pendekatan personal dalam penelitian semakin mengubah cara kita memecahkan masalah ilmiah dan medis. Namun, pengawasan dan regulasi yang ketat harus terus dijaga agar inovasi berjalan tanpa menimbulkan risiko besar."
Prediksi Kami
Perkembangan teknologi dan misi yang dijadwalkan akan membuka wawasan baru dalam ilmu antariksa, medis, dan geologi, memungkinkan penemuan yang lebih cepat serta peningkatan terapi personal dan pemantauan kesehatan secara dini.




