Google Bangun Kabel Bawah Laut di Papua Nugini, Perkuat Digitalisasi dan Keamanan
Courtesy of TheJakartaPost

Google Bangun Kabel Bawah Laut di Papua Nugini, Perkuat Digitalisasi dan Keamanan

Untuk meningkatkan infrastruktur digital Papua Nugini melalui pembangunan kabel subsea oleh Google yang didanai oleh Australia, guna memperkuat keamanan digital, menekan harga internet, membuka kesempatan ekonomi, dan mengimbangi pengaruh Tiongkok di kawasan Pasifik.

13 Des 2025, 10.58 WIB
189 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pembangunan kabel bawah laut di Papua Nugini akan meningkatkan konektivitas internet dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
  • Australia berperan penting dalam mendanai proyek ini melalui Pukpuk Treaty.
  • Keberadaan proyek ini mencerminkan upaya Australia dan AS untuk mengimbangi pengaruh China di kawasan Pasifik.
Port Moresby, Papua Nugini - Papua Nugini, negara kepulauan terbesar di Pasifik yang kaya sumber daya namun kurang berkembang, akan mendapat peningkatan infrastruktur digital yang signifikan. Google akan membangun tiga kabel bawah laut yang menghubungkan bagian utara dan selatan Papua Nugini serta wilayah otonom Bougainville. Proyek ini didanai oleh Australia melalui Perjanjian Pertahanan Pukpuk dengan biaya sebesar 120 juta dolar AS.
Pembangunan kabel ini diharapkan akan menurunkan harga layanan internet bagi masyarakat Papua Nugini, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih besar dan meningkatkan akses pendidikan melalui koneksi yang lebih baik. Papua Nugini juga menjadi fokus strategis terkait perlombaan pengaruh antara Australia, Amerika Serikat, dan China di kawasan Pasifik.
Sebelumnya, Papua Nugini membangun kabel bawah laut domestik yang dibangun oleh perusahaan China, Huawei, dengan pendanaan dari EXIM bank China pada tahun 2018. Namun, pembangunan infrastruktur baru ini oleh Google dan Australia menandai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan buatan China demi keamanan dan kedaulatan digital.
Selain itu, USA dan Australia telah memperkuat kerja sama militer dengan Papua Nugini melalui perjanjian pertahanan dan berbagai proyek infrastruktur lain seperti kabel Coral Sea yang menghubungkan Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Australia. Kabel-kabel ini membentuk tulang punggung konektivitas internet di kawasan Pasifik yang semakin penting.
Rencana jangka panjang mencakup pembangunan pusat data di lokasi strategis seperti Christmas Island dan ekspansi jaringan kabel ke arah Afrika dan Asia oleh Google. Langkah ini menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat infrastruktur digital Indo-Pasifik yang aman dan tahan terhadap pengaruh geopolitik yang terus berubah.
Referensi:
[1] https://www.thejakartapost.com/business/2025/12/13/google-to-build-subsea-cables-in-png-under-australia-defense-treaty.html

Analisis Ahli

Dr. Michael Green (Ahli Keamanan Siber dan Hubungan Internasional)
"Inisiatif ini menandai langkah strategis penting di kawasan Pasifik, memperkuat kedaulatan digital Papua Nugini sekaligus membangun jaringan yang lebih tahan terhadap tekanan eksternal, khususnya dari China."
Prof. Anna Smith (Pakarn Teknologi Informasi dan Infrastruktur Digital)
"Keberadaan kabel bawah laut ini akan menurunkan biaya internet signifikan dan mempercepat penetrasi internet di Papua Nugini, membuka kesempatan luas untuk pendidikan dan bisnis digital."

Analisis Kami

"Investasi kabel bawah laut oleh Google dan didukung Australia ini bukan sekadar soal teknologi, tapi juga pertarungan geopolitik yang penting. Papua Nugini harus memanfaatkan momen ini untuk jadi pusat digital yang mandiri agar tak bergantung pada infrastruktur dari pihak yang memiliki agenda berbeda."

Prediksi Kami

Ke depan, Papua Nugini akan semakin terintegrasi ke dalam jaringan digital global yang lebih aman dan cepat, sekaligus memperkuat posisi strategisnya di kawasan Pasifik dalam konteks persaingan geopolitik antara negara-negara besar.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa tujuan dari pembangunan kabel bawah laut di Papua Nugini?
A
Tujuan dari pembangunan kabel bawah laut di Papua Nugini adalah untuk meningkatkan konektivitas internet dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Q
Siapa yang mendanai proyek kabel bawah laut ini?
A
Proyek kabel bawah laut ini didanai oleh Australia berdasarkan komitmennya dalam Pukpuk Treaty.
Q
Apa itu Pukpuk Treaty?
A
Pukpuk Treaty adalah perjanjian pertahanan yang memberikan akses kepada personel pertahanan Australia terhadap sistem komunikasi Papua Nugini.
Q
Mengapa lokasi Papua Nugini dianggap strategis oleh Australia dan AS?
A
Lokasi Papua Nugini dianggap strategis karena berada di utara Australia dan penting dalam konteks pengaruh China di wilayah tersebut.
Q
Siapa yang membangun kabel bawah laut ini?
A
Google yang akan membangun kabel bawah laut ini.