TLDR
Skana Robotics berhasil mengembangkan sistem komunikasi baru untuk kapal otonom di bawah air. AI yang digunakan dalam sistem ini berfokus pada algoritma yang lebih tua untuk meningkatkan kejelasan dan prediktabilitas. Perusahaan berencana untuk memperluas kehadirannya di pasar Eropa dan menandatangani kontrak pemerintah yang signifikan. Selama ini, kapal dan robot bawah laut menghadapi kesulitan dalam berkomunikasi jarak jauh tanpa harus muncul ke permukaan, yang dapat mengungkap posisi mereka. Skana Robotics, perusahaan asal Tel Aviv, mencoba memecahkan masalah ini dengan mengembangkan teknologi berbasis AI untuk komunikasi bawah air yang dapat diandalkan dan aman.Teknologi baru yang dikembangkan Skana memungkinkan kendaraan bawah laut untuk berbagi data dan secara otomatis menyesuaikan arah dan tugas mereka sesuai informasi yang diterima dari sesama robot dalam armada. Hal ini membuka peluang operasi yang lebih efektif dan terkoordinasi tanpa risiko terdeteksi.Tidak seperti banyak penggunaan AI modern yang mengandalkan model bahasa besar, Skana menggunakan algoritma AI yang lebih tua dan matematis, yang lebih dapat diprediksi dan mudah dijelaskan sehingga keandalannya lebih terjamin dalam aplikasi militer yang kritis.Perusahaan ini fokus melayani pasar pemerintah dan perusahaan di Eropa, terutama dengan meningkatnya ancaman keamanan maritim akibat konflik Rusia-Ukraina. Saat ini, Skana sedang dalam proses negosiasi kontrak besar dengan pemerintah Eropa dan berencana meluncurkan versi komersial produk mereka pada tahun 2026.Mayor jenderal dan pejabat tinggi militer di Eropa diundang untuk menguji kemampuan teknologi ini secara langsung. Jika berhasil, teknologi komunikasi bawah air berbasis AI dari Skana Robotics ini dapat menjadi lompatan besar dalam taktik operasi armada robot bawah laut di masa depan.