Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bedrock Ocean Kembangkan Robot Bawah Laut Pintar untuk Pemetaan Laut Lebih Cepat

Teknologi
Robotika
TechCrunch TechCrunch
11 Jun 2025
123 dibaca
2 menit
Bedrock Ocean Kembangkan Robot Bawah Laut Pintar untuk Pemetaan Laut Lebih Cepat

Rangkuman 15 Detik

Bedrock Ocean menggunakan teknologi AUV untuk pemetaan dasar laut yang lebih efisien.
AUV memiliki potensi untuk menggantikan kapal pemetaan tradisional yang lebih mahal dan berisiko terhadap kehidupan laut.
Pemetaan cepat dan akurat dapat mendukung berbagai industri seperti energi angin lepas pantai dan penilaian lingkungan.
Lebih dari 70 persen permukaan bumi terdiri dari laut, tetapi peta dasar laut kita masih sangat kurang dibandingkan peta bulan. Hal ini karena sulitnya mengakses dasar laut dan keterbatasan teknologi pemetaan yang ada saat ini. Biasanya pemetaan laut menggunakan kapal besar dengan sonar yang menghabiskan banyak bahan bakar dan bisa mengganggu kehidupan laut. Bedrock Ocean adalah sebuah startup yang mengembangkan robot bawah laut otonom (AUV) yang dapat menyelam hingga 12 jam dengan baterai lithium-ion. Robot ini mampu memetakan dasar laut menggunakan sonar dan sensor magnetik secara lebih efisien dan ramah lingkungan dibandingkan kapal tradisional. Robot AUV Bedrock Ocean diluncurkan dari kapal, tapi setelah berada di bawah air mereka bekerja secara mandiri. Satu kapal bisa membawa sekitar 10-12 robot, yang artinya bisa mencakup area pemetaan jauh lebih besar dibanding satu kapal kapabel memetakan secara konvensional. Untuk navigasi, robot ini menggunakan sistem navigasi inersia karena sinyal GPS tidak dapat diterima di bawah air. Akurasi penempatan item di laut sekitar 1-2 meter, sedikit di bawah akurasi kapal yang bisa mencapai sub-meter, namun cukup untuk banyak kebutuhan industri energi dan lingkungan. Selain itu, data yang dikumpulkan diproses sebagian di dalam robot dan dikirim melalui Wi-Fi ketika robot muncul ke permukaan. Data ini kemudian bisa langsung dikirim ke cloud menggunakan koneksi Starlink untuk observasi real-time. Pelanggan seperti industri angin laut dan militer AS pun sudah tertarik dengan teknologi ini.