Penipuan Email Meningkat Tajam di 2025, Waspadai Link Berbahaya dan Identitas Palsu
Teknologi
Keamanan Siber
16 Des 2025
10 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Penipuan melalui email terus meningkat dengan modus link berbahaya.
Statistik menunjukkan bahwa email tetap menjadi saluran komunikasi utama untuk bisnis.
Penyerang terus mencari celah pada email karena banyaknya penggunaannya di perusahaan.
Email masih menjadi alat utama komunikasi bisnis meskipun aplikasi pesan semakin populer. Namun, hal ini dimanfaatkan oleh penipu untuk melakukan berbagai jenis serangan yang berbahaya bagi perusahaan dan individu.
Menurut laporan dari Cloudflare, pesan berbahaya ditemukan pada lebih dari 5,6% email yang diterima pada tahun 2025, dengan peningkatan yang signifikan sejak Oktober.
Modus paling umum adalah penggunaan link berbahaya yang mencapai 52% pada tahun ini, meningkat dari 42% di tahun sebelumnya. Penipu menggunakan trik membuat URL terlihat aman sehingga korban tertipu.
Selain itu, penipuan identitas meningkat dari 35% menjadi 38% dan penipuan merek dari 23% menjadi 32%. Ada pula serangan menggunakan domain tertentu seperti .christmas dan .lol yang sering disalahgunakan.
Karena email tetap menjadi jalur utama akses ke jaringan perusahaan, penting bagi setiap organisasi dan pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan teknologi keamanan terbaik demi mencegah kerugian akibat penipuan siber.
Analisis Ahli
Brian Krebs
Akselerasi serangan phishing melalui email mencerminkan pentingnya edukasi keamanan siber bagi karyawan dan pengembangan sistem deteksi yang adaptif terhadap pola penipuan baru.Eva Galperin
Penggunaan domain tidak konvensional oleh penipu menandakan strategi yang semakin agresif dan harus diimbangi dengan regulasi lebih ketat serta teknologi filtering yang lebih presisi.

