Waspada! 3 Modus Penipuan Digital Canggih di Tahun 2025 yang Harus Diketahui
Teknologi
Keamanan Siber
08 Agt 2025
45 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Waspadai email yang meminta pembaruan informasi akun, terutama jika terkesan mendesak.
Perlindungan tambahan seperti otentikasi dua faktor sangat penting untuk mengamankan akun.
Modus penipuan terus berkembang, sehingga penting untuk selalu memperbarui pengetahuan tentang keamanan siber.
Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, modus penipuan digital juga semakin berkembang dan semakin sulit dikenali. Modus-modus baru yang dilaporkan mencakup penipuan lewat email palsu, panggilan telepon, dan situs web palsu yang menargetkan layanan populer seperti AI ChatGPT, Netflix, dan pengelola password LastPass.
Salah satu modus yang marak adalah phishing yang menyamar sebagai OpenAI untuk mencuri akses akun berbayar ChatGPT dengan mengirim email yang mengharuskan pengguna memperbarui informasi akun dalam waktu singkat. Jika korban lengah dan memasukkan data, maka data tersebut dapat mudah diperjualbelikan.
Penipuan juga menargetkan akun layanan streaming populer dengan cara yang hampir sama, mengirimkan email seolah resmi untuk memperbarui detail pembayaran dan ancaman pemblokiran akun. Ketika korban terperdaya, penipu akan menjual data tersebut untuk keuntungan finansial.
Modus terbaru yang ditemukan pada 2024 adalah vishing, yaitu penipuan lewat panggilan telepon yang menyertai pesan rekaman dan manipulasi psikologis, serta penggunaan kit phishing yang memalsukan halaman login pengelola kata sandi seperti LastPass. Metode ini sangat berbahaya karena pengelola password menyimpan banyak data penting.
Untuk melindungi diri, pengguna disarankan untuk menghindari mengklik link sembarangan yang terkesan mendesak, menggunakan otentikasi dua faktor, dan metode login dengan kunci sandi. Kesadaran dan tindakan preventif adalah kunci untuk menghindari kerugian dari penipuan digital yang semakin canggih.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Penipuan digital dengan vishing dan phishing merupakan ancaman nyata yang terus berkembang; edukasi dan teknologi keamanan harus berjalan beriringan untuk memeranginya.Kevin Mitnick
Pelaku kriminal cyber memanfaatkan kelemahan manusia dengan teknik manipulasi psikologis yang canggih, sehingga kesadaran dan pelatihan pengguna sangat penting.

