Mengapa iRobot Roomba Bangkrut Meski Pionir Robot Vakum Rumah Tangga
Teknologi
Robotika
16 Des 2025
287 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
iRobot menghadapi tantangan serius dari kompetitor dan kurangnya inovasi yang memadai.
Regulasi pemerintah dapat memiliki dampak signifikan terhadap perusahaan teknologi dan inovasi.
Kebangkitan dan penutupan suatu perusahaan dapat mencerminkan dinamika pasar yang cepat berubah.
iRobot adalah perusahaan yang terkenal dengan robot vakum rumahnya, Roomba, yang diluncurkan pertama kali pada tahun 2002 sebagai pionir di pasar konsumen. Produk ini membawa masa depan yang dulu hanya tampak di film kartun, seperti di The Jetsons, ke dalam kenyataan rumah tangga. Meskipun mahal saat itu, sekitar 300 dolar AS, Roomba menawarkan janji untuk membantu mengurangi beban pekerjaan rumah yang dibenci banyak orang.
Saat iRobot meluncurkan Roomba, mereka mendominasi pasar robot vacuum selama bertahun-tahun, bahkan sempat menguasai 88 persen pangsa pasar. Namun, seiring waktu, perusahaan menghadapi banyak tantangan seperti munculnya pesaing dari Cina seperti Ecovacs dan Roborock yang menawarkan produk serupa dengan harga lebih rendah, serta mengalami kesulitan dalam inovasi teknologi dan adaptasi produk.
Salah satu masalah utama iRobot adalah perlambatan inovasi penting, misalnya mereka terlambat menggabungkan fitur robot vacuum dengan pel, sesuatu yang mulai diminati konsumen. Selain itu, mereka mempertahankan teknologi navigasi berbasis kamera sementara pemain lain beralih ke lidar, yang menjadi kontroversi di kalangan pengamat teknologi.
Upaya akuisisi oleh Amazon pada 2023 yang bernilai 1,7 miliar dolar AS gagal karena penolakan dari regulator Amerika Serikat dan Eropa yang khawatir soal privasi dan monopoli. Kegagalan ini menyebabkan ketidakpastian korporat yang berkepanjangan, menyebabkan iRobot kehilangan momentum pasar dan menurunkan pendapatan secara signifikan.
Akhirnya, setelah pemangkasan tenaga kerja, yang dibatalkannya akuisisi Amazon, dan merilis produk baru yang kurang menarik, iRobot mengumumkan potensi kebangkrutan di awal 2024 dan resmi bangkrut pada akhir tahun tersebut. Perusahaan selanjutnya menyerahkan kontrol kepada mitra manufaktur Cina, Picea Robotics, menandai berakhirnya perjalanan raksasa robot vakum rumah tangga ini.
Analisis Ahli
Colin Angle
Regulasi pemerintah dan gangguan dari kebijakan antitrust adalah penyebab utama kegagalan iRobot, yang merupakan pukulan tragis bagi inovasi Amerika.

