Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Dokter Hanya Punya 13 Menit untuk Setiap Pasien di Amerika Serikat?

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
13 Des 2025
43 dibaca
2 menit
Mengapa Dokter Hanya Punya 13 Menit untuk Setiap Pasien di Amerika Serikat?

AI summary

Kekurangan dokter di AS semakin memburuk, terutama dalam menghadapi populasi yang menua.
Struktur penggantian yang ada mendorong praktik dengan volume tinggi pasien sederhana, mengabaikan kebutuhan pasien kompleks.
Reformasi sistemik dan pendekatan baru diperlukan untuk meningkatkan akses dan kualitas perawatan kesehatan.
Jumlah dokter di Amerika Serikat menurun karena banyak dari mereka yang pensiun sementara jumlah pasien usia lanjut terus meningkat. Hal ini membuat waktu konsultasi dokter dengan pasien menjadi sangat singkat, hanya sekitar 13 menit per pertemuan. Kekurangan dokter ini menyebabkan tekanan besar pada sistem kesehatan agar tetap dapat melayani pasien dengan baik.Sistem kerja yang banyak dikelola oleh rumah sakit besar menghilangkan otonomi dokter dalam mengatur jadwal dan volume pasien. Administrasi pusat menetapkan template waktu untuk setiap pasien tanpa mempertimbangkan keragaman kompleksitas kasus yang dihadapi, sehingga jadwal menjadi kaku dan kadang tidak efisien.Struktur pembayaran dari Medicare, yang merupakan pembayar utama di AS, memberikan insentif agar dokter memprioritaskan jumlah pasien yang lebih banyak dengan kondisi medis yang lebih sederhana. Dokter mendapatkan tarif yang lebih tinggi berdasarkan jumlah kunjungan tingkat rendah dibandingkan perawatan kasus kompleks yang membutuhkan waktu lama.Misalnya, dokter dapat menangani tiga pasien tingkat kompleksitas rendah dalam waktu yang sama dengan satu pasien kasus bedah kompleks. Hal ini juga didukung oleh pembayaran rumah sakit yang jauh lebih besar dari prosedur sederhana yang dilakukan dengan cepat daripada dari prosedur sulit dan lama, sehingga organisasi kesehatan memilih lebih banyak prosedur berbiaya rendah agar untung lebih besar.Walaupun ada upaya legislatif untuk menambah jumlah dokter baru, seperti Resident Physician Shortage Reduction Act of 2025, reformasi besar dalam pelatihan dan sistem pembayaran masih diperlukan agar kualitas dan akses layanan kesehatan tidak terus menurun dan agar beban kerja dokter bisa diatasi secara berkelanjutan.

Experts Analysis

Dr. Atul Gawande
Sistem kesehatan saat ini terlalu mementingkan efisiensi dan volume dibandingkan kualitas dan keutuhan perawatan, sehingga mengorbankan hubungan antara dokter dan pasien yang seharusnya menjadi pusatnya.
Dr. Eric Topol
Pendekatan pembayaran berbasis volume perlu digantikan oleh model pembayaran berbasis nilai dan hasil agar waktu dan kompleksitas kasus bisa mendapatkan apresiasi yang layak, sehingga mencegah kelelahan klinisi.
Editorial Note
Sistem pembayaran yang berfokus pada volume pasien dengan kompleksitas rendah jelas merusak integritas dan kualitas perawatan medis, memaksa dokter mengorbankan waktu dan perhatian yang seharusnya mereka berikan. Tanpa reformasi menyeluruh dalam kebijakan kesehatan yang mengedepankan nilai dan hasil pasien, krisis ini akan memperparah burnout dan memperlebar kesenjangan akses kesehatan di masyarakat.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.