TLDR
Model AI yang dikombinasikan dengan model fisika memiliki potensi besar dalam peramalan cuaca ekstrem. Hujan ekstrem yang terjadi di Dubai menunjukkan pentingnya kemampuan prediksi cuaca yang akurat. Kemampuan model AI untuk belajar dari berbagai wilayah dapat meningkatkan akurasi peramalan cuaca di masa depan. Perubahan iklim global menyebabkan peristiwa cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi dan sulit diprediksi oleh metode prakiraan tradisional. Model konvensional tidak bisa mengantisipasi kejadian langka yang belum terjadi selama data pelatihan.Peneliti mengembangkan pendekatan hybrid yang menggabungkan kecerdasan buatan dengan model fisika dan metode matematis untuk memprediksi gelombang panas dan kejadian ekstrem lainnya secara lebih tepat waktu dan akurat.Contohnya, AI GraphCast dari Google DeepMind mampu memprediksi hujan ekstrem di Dubai pada April 2024 delapan hari sebelum peristiwa terjadi, mengindikasikan kemajuan signifikan dalam prakiraan cuaca.Namun, tidak semua model AI berhasil, seperti FourCastNet yang mengalami kesulitan memprediksi siklon tropis kuat tanpa data kondisi ekstrem sebelumnya, walaupun kemampuan lintas wilayah menunjukkan prospek positif.Metode hybrid ini menjanjikan prakiraan yang lebih cepat dan handal, terutama untuk kejadian langka yang sangat berbahaya, sehingga bisa membantu mitigasi dan kesiapan menghadapi perubahan iklim masa depan.