Google Luncurkan Model AI Canggih untuk Prakiraan Siklon Tropis yang Lebih Akurat
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Jun 2025
248 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Google mengembangkan model AI untuk memperbaiki peramalan siklon tropis.
Kerja sama dengan Pusat Badai Nasional bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan keandalan peringatan cuaca.
Kekhawatiran tentang privatisasi layanan cuaca di tengah pengurangan anggaran dan staf di NOAA.
Google DeepMind dan Google Research baru saja meluncurkan sebuah model AI baru yang dapat memprediksi siklon tropis, yang juga dikenal sebagai typhoon atau hurricane. Model ini dapat membuat 50 skenario berbeda untuk jalur dan intensitas badai hingga 15 hari ke depan, membantu meningkatkan keakuratan prakiraan cuaca dan warning bagi masyarakat.
Kolaborasi Google dengan National Hurricane Center (NHC) bertujuan mengevaluasi efektivitas model baru ini. Meskipun model AI ini menjanjikan, prakiraan cuaca tradisional yang berbasis model fisik masih sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin ekstrem.
Data yang digunakan untuk melatih model AI ini berasal dari arsip ERA5 milik Eropa yang penuh dengan data pengamatan dan prediksi cuaca dunia. Google juga sebelumnya sudah memiliki model AI bernama GenCast yang terbukti lebih unggul dibandingkan model fisik utama ECMWF.
Namun, ada tantangan dari sisi regulasi dan sumber daya, karena pengurangan staf di lembaga pemerintah seperti NOAA dan NHC membatasi kapasitas riset dan pengumpulan data cuaca tradisional. Hal ini membuat inovasi seperti model AI dari Google sangat penting sebagai pelengkap.
Google juga menegaskan bahwa situs Weather Lab yang mereka buat kini hanya merupakan alat riset dan bukan untuk menggantikan informasi prakiraan cuaca resmi. Tujuannya adalah untuk mendukung layanan publik agar prakiraan cuaca tetap akurat, dapat dipercaya, dan gratis.


