Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penelitian Besar Ungkap Kaitan Genetik Antar Gangguan Mental Berbeda

Sains
Neurosains and Psikologi
NatureMagazine NatureMagazine
10 Des 2025
72 dibaca
2 menit
Penelitian Besar Ungkap Kaitan Genetik Antar Gangguan Mental Berbeda

Rangkuman 15 Detik

Penelitian menunjukkan bahwa banyak gangguan mental memiliki akar biologis yang sama.
14 gangguan mental dapat dikelompokkan menjadi lima kategori berdasarkan faktor risiko genetik.
Temuan ini dapat membantu mengurangi stigma dengan mengurangi jumlah label diagnosa yang diterima pasien.
Selama ini, psikiatri menganggap gangguan mental seperti depresi dan kecemasan sebagai kondisi yang terpisah dan berdiri sendiri. Namun, banyak pasien yang memiliki lebih dari satu diagnosis ini sekaligus, menimbulkan pertanyaan apakah gangguan tersebut benar-benar berbeda dari sisi biologis. Untuk menjawab keraguan ini, para peneliti menganalisis data genom dari lebih dari satu juta orang, baik yang mengidap gangguan kejiwaan maupun yang sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa 14 gangguan mental dapat dikategorikan menjadi lima kelompok berdasarkan risiko genetik yang sama. Misalnya, kategori neurodevelopmental menggabungkan ADHD dan autisme, yang selama ini dianggap sebagai kondisi yang sangat berbeda dalam buku panduan psikiatri. Hal ini menunjukkan bahwa ada persamaan biologis mendasar yang mendasari kedua kondisi tersebut. Lebih jauh, studi ini menemukan 238 wilayah khusus di dalam genom yang berhubungan dengan salah satu atau lebih kategori gangguan mental tersebut. Salah satu wilayah pada kromosom 11 menunjukkan kaitan dengan delapan gangguan berbeda karena mengontrol gen yang terkait dengan sinyal dopamin di otak. Penemuan ini memberikan harapan baru bagi pasien dan dokter untuk mengurangi penggunaan banyak label sekaligus dan mengarah pada pendekatan diagnosis dan perawatan yang lebih terpadu dan berbasis genetik, yang dapat menghasilkan hasil pengobatan yang lebih baik di masa depan.

Analisis Ahli

Andrew Grotzinger
Penting bagi pasien menerima satu label diagnosis dibandingkan beberapa, karena hal tersebut mengurangi kebingungan dan keputusasaan, serta memperjelas pemahaman tentang gangguan mereka.
Psychiatric Genetics Researchers
Temuan ini mempertegas kompleksitas genetika di balik gangguan psikologis dan menegaskan perlunya integrasi genetik dalam diagnosis klinis.