Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

DeepSeek R1: AI Cina yang Mengguncang Dunia dan Pasar Saham AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (3mo ago) artificial-intelligence (3mo ago)
09 Des 2025
294 dibaca
2 menit
DeepSeek R1: AI Cina yang Mengguncang Dunia dan Pasar Saham AS

Rangkuman 15 Detik

Liang Wenfeng dan DeepSeek telah mengubah lanskap AI dengan inovasi model yang efisien.
Model R1 dan V3 DeepSeek menunjukkan bahwa AS mungkin tidak seunggul yang diperkirakan dalam AI.
Dampak finansial dari DeepSeek terlihat jelas di pasar saham, terutama pada perusahaan seperti Nvidia.
Di awal tahun 2025, sebuah perusahaan teknologi Cina bernama DeepSeek meluncurkan model AI terbaru mereka bernama DeepSeek-R1 yang mengejutkan dunia. Model ini dikembangkan oleh Liang Wenfeng, seorang pengusaha dan pakar keuangan berusia 40 tahun, yang kemudian diakui oleh jurnal Nature sebagai salah satu tokoh penting yang membentuk ilmu pengetahuan saat itu. Keunggulan model AI ini terletak pada kemampuan reasoning yang tinggi dan biaya pelatihan yang jauh lebih murah dibandingkan model AI dari Amerika Serikat. Kemunculan DeepSeek-R1 memberikan dampak besar pada pasar saham teknologi di Amerika Serikat, sehingga pada tanggal 27 Januari terjadi penjualan besar-besaran saham teknologi yang menyebabkan kerugian hingga hampir 1 triliun dolar AS. Salah satu yang paling terdampak adalah saham Nvidia, dengan kerugian mencapai 600 miliar dolar AS saja. Hal ini menunjukkan bahwa dominasi Amerika Serikat dalam pengembangan AI sebenarnya tidak sebesar yang diperkirakan banyak ahli. Selain itu, DeepSeek juga merilis model V3 pada bulan Desember sebelumnya yang kinerjanya hampir setara dengan produk dari OpenAI namun dengan biaya pelatihan yang jauh lebih efisien. Contohnya, model Llama 3 dari Meta memerlukan biaya pelatihan lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan DeepSeek-R1. Hal ini mematahkan asumsi bahwa model AI dengan kemampuan tinggi selalu membutuhkan sumber daya yang besar dan biaya tinggi. DeepSeek juga menyediakan model AI mereka sebagai open-source, sehingga bisa diunduh dan dikembangkan secara bebas oleh para peneliti dan praktisi AI lainnya. Langkah ini mendorong inovasi lebih cepat di bidang AI dan membuat banyak perusahaan di Cina dan Amerika Serikat ikut merilis model-model open-source mereka. Ini juga membantu para peneliti untuk menyesuaikan algoritma AI sesuai kebutuhan bidang mereka masing-masing. Menurut seorang peneliti dari platform pengembangan AI Hugging Face, Adina Yakefu, DeepSeek telah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia AI karena kontribusi keterbukaan dan kemudahan akses model-model mereka. Ke depan, fenomena seperti ini dapat membuka jalan bagi kolaborasi teknologi yang lebih luas dan kompetisi yang lebih sehat antar negara di bidang kecerdasan buatan.

Analisis Ahli

Adina Yakefu
DeepSeek sangat berpengaruh karena model open source mereka membantu para peneliti mengembangkan algoritma di berbagai bidang secara lebih cepat dan luas.