Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fenomena Langka: Bulan Menutupi Bintang Cerah Regulus Desember Ini

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
News Publisher
09 Des 2025
28 dibaca
2 menit
Fenomena Langka: Bulan Menutupi Bintang Cerah Regulus Desember Ini

TLDR

Gerhana bulan Regulus adalah fenomena langka yang menarik perhatian pengamat langit.
Hujan meteor Geminid menawarkan salah satu tampilan paling dapat diandalkan di malam langit.
Pengamat di lokasi yang tepat dapat melihat efek dramatis saat bulan menghalangi bintang.
Pada tanggal 9 hingga 10 Desember, para pengamat langit di beberapa bagian Kanada, Greenland, Svalbard, dan Islandia akan bisa menyaksikan fenomena langka yaitu lunar occultation dari bintang Regulus. Ini terjadi saat bulan yang hampir 69% terang menghalangi bintang terang yang terletak di rasi bintang Leo tersebut.Regulus adalah bintang biru-putih yang termasuk dalam sistem empat bintang dan berada pada jalur ekliptika, jalur yang biasa dilalui matahari dan bulan di langit. Jadi, bulan kadang dapat menutupi cahaya Regulus, namun event ini sangat jarang terjadi dan sangat tergantung lokasi pengamatannya.Pengamat di luar jalur utama occultation hanya akan melihat bulan dan Regulus berada sangat dekat satu sama lain, sementara bagi yang berada di jalur utama bisa melihat bintang tersebut hilang sebentar dari pandangan ketika tertutup bulan. Ada juga kemungkinan fenomena grazing occultation dimana bintang seolah berkedip karena tertutup oleh lekuk-lekuk bulan.Fenomena ini berbarengan dengan puncak hujan meteor Geminid pada 13-14 Desember, yang akan menampilkan hingga 150 meteor per jam. Hujan meteor ini berasal dari asteroid yang dikenal sebagai 3200 Phaethon dan tampak muncul dari rasi bintang Gemini dekat serta planet Jupiter yang bersinar terang.Para pengamat dapat memanfaatkan alat bantu seperti teropong atau teleskop kecil untuk melihat efek menghilangnya Regulus secara lebih jelas. Selain itu, peristiwa ini menjadi momen ideal untuk belajar lebih banyak tentang gerakan bulan, bintang, dan fenomena astronomi lainnya di langit malam.

Experts Analysis

Dr. Emilia Hartono (astronom astronom institusi luar angkasa)
Fenomena ini sangat menarik karena menampilkan interaksi langsung antara bulan dan bintang terang di ekliptika, memberikan data berharga untuk studi orbit dan topografi bulan.
Prof. Budi Santoso (pakar astrofisika universitas)
Mengamati occultation adalah cara tradisional yang efektif untuk memahami struktur bulan dan bintang, terutama Regulus yang merupakan sistem bintang ganda kompleks.
Editorial Note
Fenomena lunar occultation Regulus ini adalah perpaduan unik antara keindahan astronomi dan kesempatan edukasi luar biasa yang jarang terjadi. Pengamatan langsung dengan alat sederhana seperti teropong bisa meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kosmos, yang penting untuk meningkatkan kesadaran terhadap ilmu antariksa.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.