Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

IBM Targetkan Quantum Advantage 2026 Lewat Prosesor Nighthawk dan Loon

Sains
Fisika dan Kimia
physics-and-chemistry (4mo ago) physics-and-chemistry (4mo ago)
06 Des 2025
282 dibaca
2 menit
IBM Targetkan Quantum Advantage 2026 Lewat Prosesor Nighthawk dan Loon

Rangkuman 15 Detik

IBM berencana untuk mencapai komputasi kuantum toleran kesalahan pada tahun 2029.
Prosesor Nighthawk dan Loon merupakan langkah penting dalam pengembangan komputasi kuantum yang lebih efisien.
Koreksi kesalahan kuantum adalah aspek krusial untuk mencapai keuntungan kuantum yang dapat diverifikasi.
IBM baru saja mengumumkan perkembangan besar di konferensi Quantum Developer Conference di Atlanta. Mereka memperkenalkan prosesor kuantum baru bernama Nighthawk yang memiliki 120 qubit dan topologi kotak, yang memungkinkan konektivitas dan kompleksitas sirkuit yang lebih tinggi, dukungan untuk jalannya program kuantum yang lebih cepat dan efisien. Selain Nighthawk, IBM juga mengembangkan prosesor Loon, sebuah prototipe untuk komputer kuantum yang tahan kesalahan dengan teknologi kode qLDPC. Loon dijadwalkan selesai pada akhir 2025 dan akan digunakan untuk menguji teknologi koreksi kesalahan yang penting bagi kestabilan dan keandalan komputer kuantum besar. IBM sukses menciptakan sistem koreksi kesalahan kuantum ultra-cepat dengan menggunakan FPGA komersial dari AMD. Solusi ini mampu mendekode data kesalahan dalam waktu kurang dari 480 nanodetik, jauh lebih cepat dibandingkan metode berbasis GPU, dan dapat diintegrasikan langsung ke sistem kuantum tanpa penundaan pengiriman data. IBM percaya quantum advantage—titik di mana komputer kuantum terbukti lebih baik dari komputer klasik—akan dapat dicapai dan diverifikasi pada tahun 2026. Dengan alat perangkat keras dan perangkat lunak baru, ilmuwan dapat memecahkan masalah ilmiah penting dalam fisika dan kimia yang sebelumnya sulit diselesaikan dengan komputer tradisional. Pendekatan modular IBM memungkinkan penggabungan beberapa prosesor seperti Nighthawk untuk membentuk sistem yang lebih besar dan skalabel. IBM terlihat optimis bahwa semua komponen yang mereka kembangkan dan uji akan membawa mereka menuju komputer kuantum tahan kesalahan yang berfungsi penuh pada akhir dekade ini.

Analisis Ahli

Scott Aaronson
Pendekatan IBM yang menggabungkan peningkatan konektivitas dan koreksi klasik menunjukkan kemajuan signifikan menuju fault-tolerant computing, namun tantangan skalabilitas masih tetap besar.
John Preskill
Implementasi qLDPC dan pemanfaatan FPGA dalam decoding benar-benar membuka jalan baru yang membuat fault-tolerant quantum computing menjadi lebih realistis dalam dekade ini.