TLDR
Meta telah menjalin kemitraan dengan beberapa penerbit besar untuk meningkatkan kemampuan chatbot AI-nya. Penerbit terus menggugat perusahaan AI terkait penggunaan konten mereka tanpa izin. Meta menarik konten berita dari platformnya di Kanada sebagai respons terhadap undang-undang terkait pembayaran untuk berita. Meta baru saja mengumumkan kemitraan baru dengan beberapa media besar seperti CNN, Fox News, USA Today, dan People Inc. untuk memperkaya jawaban chatbot AI mereka. Tujuan kemitraan ini adalah agar chatbot dapat menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan memiliki berbagai sudut pandang.Langkah ini diambil di tengah meningkatnya persaingan antara perusahaan AI dan penerbit berita yang mengklaim bahwa konten mereka digunakan tanpa izin. Contohnya, The New York Times menggugat perusahaan AI Perplexity karena memanfaatkan konten mereka secara tidak sah.Selain media besar di Amerika Serikat, Meta juga menjalin kesepakatan dengan media konservatif seperti The Daily Caller dan The Washington Examiner, serta media Prancis Le Monde. Ini menunjukkan upaya Meta untuk menyediakan beragam perspektif kepada penggunanya.Meta sendiri sempat menarik konten berita dari Facebook dan Instagram di Kanada setelah negara tersebut mengesahkan aturan yang mewajibkan pembayaran royalti untuk konten berita. Sebelumnya, mereka juga sudah menjalin kesepakatan lisensi dengan Reuters.Perusahaan AI lain seperti OpenAI juga berusaha mengamankan lisensi dari beberapa media ternama untuk chatbot mereka, meski masih menghadapi tuntutan hukum dari The New York Times. Hal ini menunjukkan adanya tren baru terkait bagaimana AI menyajikan konten berita secara legal dan etis.