Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Metaverse Gagal dan Apa Masa Depannya di Dunia Teknologi

Teknologi
Pengembangan Software
Forbes Forbes
05 Des 2025
170 dibaca
2 menit
Mengapa Metaverse Gagal dan Apa Masa Depannya di Dunia Teknologi

Rangkuman 15 Detik

Strategi yang jelas dan konsisten sangat penting dalam pengembangan teknologi baru.
Membangun komunitas dan memberikan alasan bagi pengguna untuk kembali adalah kunci untuk keberhasilan platform virtual.
Adopsi teknologi baru sering kali dipengaruhi oleh waktu peluncuran dan kesiapan produk.
Pada awal 2023, metaverse dianggap sebagai masa depan interaksi sosial dan komunikasi digital, terutama saat pandemi membuat orang mencari cara baru untuk terhubung. Banyak perusahaan besar termasuk Meta mencoba meluncurkan produk virtual reality dengan harapan menjadikan teknologi ini mainstream. Namun, berbagai masalah mulai muncul sejak peluncurannya, termasuk strategi yang tidak jelas dan eksekusi yang kurang matang. Salah satu faktor utama kegagalan adalah peluncuran yang terlambat oleh Meta dan kebingungan dalam visi strategisnya. Seringnya perubahan fokus dari gaming, pendidikan, hingga gaya hidup membuat pengguna tidak tahu apa yang sebenarnya ditawarkan. Selain itu, kemampuan pimpinan yang kurang pengalaman dalam VR menyebabkan keputusan yang kurang tepat, termasuk mengabaikan komunitas kreator yang seharusnya menjadi penggerak utama ekosistem. Contoh kasus seperti Wendy’s dengan 'Wendyverse' menggambarkan masalah ketika perusahaan hanya membuat dunia virtual tanpa alasan kuat bagi orang untuk datang dan kembali lagi. Hal itu berbeda dengan BRCVR, replika digital Burning Man, yang berhasil berkat fokusnya membangun komunitas dan memberikan pengalaman yang unik dan menyenangkan sehingga pengguna betah berlama-lama. Meta kini memutuskan untuk memotong 30% sumber daya dari tim Reality Labs dan fokus ke pengembangan produk berbasis AI, menunjukkan betapa sulitnya bertahan di ranah metaverse. Hal serupa juga terjadi pada produsen headset lain seperti Google dan Samsung yang kehilangan semangat setelah memperkenalkan produk. Meskipun Apple Vision Pro masih eksis, tingkat adopsinya jauh di bawah ekspektasi awal. Di masa depan, ada harapan metaverse akan bangkit kembali dengan dukungan AI yang mampu menciptakan pengalaman sosial dan gaming yang lebih personal. Namun, untuk mencapai titik itu dibutuhkan pembelajaran dari kesalahan masa lalu, terutama dalam hal membangun komunitas dan menentukan strategi yang jelas agar teknologi ini benar-benar bisa diterima secara luas.

Analisis Ahli

Matthew Ball
Kegagalan metaverse sebagian besar karena strategi bisnis yang tidak konsisten dan eksekusi yang buruk, bukan karena teknologi itu sendiri.
Cathy Hackl
Metaverse punya potensi besar, tapi tanpa pendekatan yang inklusif dan komunitas yang aktif, sulit mencapai keberhasilan masa depan.