Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

WHO Berikan Panduan Global Pertama Untuk Obat GLP-1 Atasi Obesitas

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
News Publisher
04 Des 2025
1404 dibaca
2 menit
WHO Berikan Panduan Global Pertama Untuk Obat GLP-1 Atasi Obesitas

TLDR

WHO mengeluarkan panduan untuk penggunaan obat GLP-1 dalam pengobatan obesitas, menyoroti perlunya pendekatan multifaset.
Obat GLP-1 seperti semaglutide terbukti efektif dalam penurunan berat badan dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Akses terhadap obat ini masih menjadi tantangan, terutama bagi populasi di negara berpendapatan rendah dan menengah.
Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang sangat serius dan mempengaruhi lebih dari satu miliar orang. Kondisi ini berhubungan erat dengan risiko penyakit berbahaya seperti serangan jantung, stroke, dan beberapa jenis kanker. Untuk pertama kalinya, World Health Organization (WHO) mengeluarkan panduan tentang penggunaan obat-obatan GLP-1 untuk mengobati obesitas secara global.Obat GLP-1 seperti Ozempic dan Wegovy mengandung zat aktif semaglutide, tirzepatide, atau liraglutide yang terbukti efektif menurunkan berat badan hingga 20 persen. Selain menurunkan berat badan, obat ini juga dapat mengurangi risiko serangan jantung, stroke, dan kematian hingga 20 persen setelah tiga tahun pemakaian. Manfaat kardiovaskular ini berlaku tanpa memandang berat awal pasien.Meski sangat efektif, WHO memberikan rekomendasi yang bersifat kondisional karena belum tersedia data jangka panjang yang cukup mengenai keamanan obat ini. Efek samping seperti mual, muntah, diare, dan konstipasi biasanya ringan, tetapi ada risiko langka seperti pankreatitis dan kanker tiroid. Oleh sebab itu, penelitian lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan jangka panjang.Penting untuk diingat bahwa obat saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah obesitas yang kompleks dan kronis. Diperlukan pendekatan menyeluruh termasuk pola makan sehat, aktivitas fisik, dan dukungan psikologis. Perubahan kebijakan juga penting agar fasilitas olahraga dan akses makanan sehat bisa lebih mudah diperoleh, terutama oleh kelompok berpenghasilan rendah.Salah satu tantangan terbesar adalah ketersediaan obat GLP-1 yang relatif terbatas dan mahal, sehingga hanya sedikit orang yang berpeluang mengaksesnya pada tahun-tahun mendatang. WHO menekankan perlunya strategi agar obat ini dapat lebih terjangkau dan tersebar merata. Hal ini penting supaya kesenjangan kesehatan antara kaya dan miskin tidak semakin melebar di masa depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.