Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Liraglutide Jadi Alternatif Baru Telehealth Setelah Larangan Obat GLP-1 Patented

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
health-and-medicine (10mo ago) health-and-medicine (10mo ago)
15 Mei 2025
42 dibaca
2 menit
Liraglutide Jadi Alternatif Baru Telehealth Setelah Larangan Obat GLP-1 Patented

Rangkuman 15 Detik

Liraglutide menjadi alternatif baru bagi klinik telehealth setelah produk GLP-1 yang lebih baru tidak lagi dapat dijual.
Meskipun liraglutide dapat memberikan manfaat, efektivitasnya jauh di bawah GLP-1 yang lebih baru seperti Ozempic dan Zepbound.
Pasien harus sangat mempertimbangkan pilihan mereka dan memahami bahwa liraglutide mungkin tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Setelah FDA mengakhiri status kekurangan obat GLP-1 paten seperti semaglutide dan tirzepatide, startup telehealth semakin sulit menjual versi compounding obat tersebut secara legal. Sebagai alternatif, banyak perusahaan beralih menggunakan liraglutide, obat yang sudah ada sejak lama dan kini tersedia secara generik di Amerika Serikat. Liraglutide adalah obat GLP-1 agonis seperti semaglutide dan tirzepatide yang membantu pengendalian nafsu makan dan kadar insulin. Namun, liraglutide harus disuntik setiap hari dan memiliki kemungkinan efek samping yang lebih besar, sehingga menyebabkan efektivitasnya lebih rendah dibanding obat generasi baru. Beberapa apotek compounding besar, seperti Olympia Pharmaceuticals di Florida, sedang meningkatkan produksi liraglutide karena permintaan yang meningkat dari klinik telehealth. Meskipun begitu, beberapa perusahaan menghadapi masalah hukum karena menjual versi compounding yang disesuaikan, yang dianggap melanggar paten obat. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa liraglutide bukanlah pengganti sempurna untuk obat GLP-1 generasi terbaru. Pasien yang mengharapkan penurunan berat badan yang signifikan mungkin akan merasa kecewa, dan kebutuhan suntikan harian dapat menjadi tantangan untuk penggunaan jangka panjang. Meski liraglutide terlihat lebih murah saat awal pembelian, dosis harian yang diperlukan mungkin membuat obat ini kurang ekonomis dibanding obat GLP-1 yang lebih kuat dan disuntik mingguan, terutama bagi pasien yang membutuhkan pengobatan jangka panjang.