Terobosan Genetik Pulihkan Memori Lansia dengan Teknologi CRISPR
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
04 Des 2025
148 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Penelitian menunjukkan adanya perubahan molekuler yang mempengaruhi daya ingat seiring bertambahnya usia.
Proses poliubikuitinasi K63 dapat menjadi target untuk meningkatkan komunikasi neuron dan memori.
Penyuntingan gen dapat digunakan untuk mengaktifkan kembali gen yang berperan dalam pembentukan memori pada individu yang lebih tua.
Semakin bertambahnya usia, kemampuan ingatan manusia cenderung menurun, sebuah kondisi yang biasa dikenal dengan istilah pikun. Studi terbaru dari Virginia Tech mengungkap bahwa penurunan memori ini disebabkan oleh perubahan molekuler tertentu di otak yang mempengaruhi cara neuron berkomunikasi.
Peneliti menemukan bahwa proses molekuler bernama poliubikuitinasi K63 mengalami perubahan berbeda di dua bagian otak utama yaitu hipokampus dan amigdala. Hipokampus yang berperan dalam pembentukan ingatan malah menunjukkan peningkatan poliubikuitinasi K63, sementara di amigdala yang mengatur memori emosional terjadi penurunan proses tersebut.
Untuk mencoba mengembalikan fungsi memori, para ilmuwan menggunakan teknologi penyuntingan gen CRISPR-dCas13 yang berhasil menyesuaikan tingkat poliubikuitinasi di kedua bagian otak tersebut. Hasilnya, kemampuan memori pada tikus tua yang diuji menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah intervensi.
Selain itu, penelitian juga memfokuskan pada gen IGF2 yang berperan dalam pembentukan memori. Pada usia lanjut, fungsi gen ini menurun akibat proses metilasi DNA yang menonaktifkan gen tersebut. Dengan menggunakan CRISPR-dCas9, peneliti berhasil menghapus penanda metilasi dan mengaktifkan kembali gen IGF2 sehingga kinerja memori tikus tua kembali membaik.
Penemuan ini sangat menjanjikan untuk pengembangan terapi baru yang dapat mencegah atau memulihkan penurunan daya ingat pada manusia. Namun, penerapan klinisnya memerlukan penelitian lebih lanjut agar hasilnya aman dan efektif untuk digunakan secara luas.
Analisis Ahli
Timothy Jarome
Fokus pada proses molekuler poliubikuitinasi dan fungsi gen IGF2 sebagai kunci pemulihan memori menyajikan pendekatan yang inovatif untuk perbaikan kognitif pada usia lanjut.

