TLDR
Robot mikro terbaru dapat berfungsi sebagai alat penyelamatan dalam situasi bencana. Kemajuan dalam kendali AI memungkinkan robot ini untuk melakukan manuver yang kompleks dan cepat. Proyek ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi robotika skala kecil, mendekati kemampuan alami serangga. Para peneliti di MIT telah menciptakan microrobot terbang yang sangat cepat dan lincah, meniru gerakan serangga asli. Robot kecil ini menggunakan otot buatan lunak dan sayap berdenyut untuk melakukan manuver kompleks seperti terbang cepat, berbelok tajam, bahkan melakukan salto. Dengan ukuran seukuran kaset mikro dan berat lebih ringan dari penjepit kertas, robot ini dapat menjangkau area sempit yang sulit diakses robot besar atau manusia.Kemajuan bukan hanya dari sisi hardware, tetapi juga pada sistem kontrol robot. MIT mengembangkan sistem kendali berbasis AI yang secara real-time membaca posisi robot dan lingkungan sekitar untuk menentukan gerakan terbaik yang harus dilakukan. Sistem ini memungkinkan robot berakselerasi dan bermanuver dengan sangat lincah, jauh lebih cepat daripada generasi sebelumnya yang hanya bisa terbang lambat dan lurus.Salah satu inovasi utama adalah penggunaan pembelajaran imitasi untuk melatih model deep learning yang ringan. Ini membuat perencanaan rute kompleks seperti belokan tajam dan salto dapat dilakukan dengan kecepatan hampir instan tanpa membutuhkan banyak daya komputasi. Robot telah diuji dengan melakukan sepuluh salto berturut-turut dalam sebelas detik, tetap stabil meski diterpa angin.Selain kemampuan terbang, robot kini meniru gerakan mata serangga yang cepat berubah arah (saccade), yang dapat membantu dalam stabilisasi visual jika dilengkapi kamera dan sensor di masa depan. Hal ini sangat penting untuk navigasi mandiri di lingkungan nyata tanpa perlu tergantung perangkat pelacak eksternal.Langkah selanjutnya dalam penelitian ini adalah pengembangan sistem navigasi independen dan sensor onboard yang memungkinkan robot beroperasi secara mandiri di lapangan, terutama di tempat-tempat sulit seperti bangunan runtuh saat bencana. Para ahli menilai teknologi ini semakin mendekati penerapan praktis di dunia nyata, memberikan harapan besar dalam operasi penyelamatan dan pemantauan lingkungan.