AI summary
Transformasi dalam keamanan siber diperlukan untuk mengadopsi AI agentik dan mengurangi beban kerja manual. Pentingnya pengawasan manusia dalam sistem otomatisasi untuk menjaga keamanan dan akurasi. Peralihan dari metode reaktif ke proaktif akan memungkinkan tim keamanan untuk fokus pada perlindungan dan inovasi. Monica Landen adalah Chief Information Security Officer yang telah lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia keamanan siber. Dia menyadari bahwa meskipun banyak vendor menawarkan solusi revolusioner, kenyataannya tim keamanan sibuk dengan tugas manual yang melelahkan dan sulit mengikuti kecepatan perkembangan teknologi, terutama dalam transformasi cloud.Menurut Monica, perbedaan kecepatan antara tim keamanan dan tim engineering atau penyerang semakin besar karena tim teknik menggunakan otomatisasi dan adaptasi, sedangkan tim keamanan masih terbeban dengan peringatan dan proses manual yang memakan waktu. Ini jelas membutuhkan perubahan mendasar dalam cara kerja tim keamanan siber.Solusi yang ditawarkan adalah penggunaan agentic AI, yaitu agen digital pintar yang bukan hanya chatbot biasa, tapi bisa menjalankan alur kerja rumit, berkomunikasi antar sistem, dan membantu manusia mengelola kerentanan dan tugas keamanan lainnya secara otomatis dan terorganisir.Dalam proses manajemen kerentanan contohnya, AI bisa mengidentifikasi kerentanan, menghubungi pemilik sistem, memprioritaskan risiko, memantau progres perbaikan, dan membuat laporan manajemen secara otomatis, sementara manusia bertugas melakukan validasi dan pengawasan akhir.Namun, Monica juga menekankan pentingnya keamanan dan tata kelola dalam penggunaan agentic AI, termasuk membatasi akses, memberikan kontrol yang jelas, dan memastikan setiap tindakan penting selalu berada di bawah verifikasi manusia agar risiko penyalahgunaan atau kompromi dapat diminimalkan.
Transformasi ini menandai perubahan paradigmatik dalam keamanan siber yang memerlukan adaptasi budaya dan keahlian baru, bukan sekedar alat baru. Organisasi yang gagal beradaptasi mungkin akan terus tertinggal dalam melindungi aset kritis mereka di tengah berkembangnya ancaman yang semakin canggih.