Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Cold Supermoon Desember 2025: Bulan Purnama Terbesar dan Terang di Akhir Tahun

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (4mo ago) astronomy-and-space-exploration (4mo ago)
02 Des 2025
211 dibaca
2 menit
Cold Supermoon Desember 2025: Bulan Purnama Terbesar dan Terang di Akhir Tahun

Rangkuman 15 Detik

Cold Supermoon akan terlihat sangat mengesankan di langit pada 4 Desember 2025.
Bulan Desember memiliki banyak nama tradisional yang mencerminkan budaya suku asli Amerika.
Cold Moon akan muncul lebih tinggi di langit dibandingkan bulan purnama lainnya tahun ini, menjadikannya fenomena yang menarik untuk diamati.
Pada bulan Desember 2025, pengamat langit akan menyaksikan fenomena Cold Supermoon, yang merupakan bulan purnama kedua terbesar dalam tahun itu. Bulan ini akan muncul pada tanggal 4 Desember pukul 18:14 EST dan terlihat di konstelasi Taurus. Saat bulan terbit, ia akan tampak lebih besar dan lebih indah dari biasanya, terutama saat muncul di cakrawala timur. Cold Supermoon adalah bagian dari rangkaian empat supermoon berturut-turut yang terjadi di akhir tahun 2025. Bulan purnama pada November, yang dikenal sebagai Beaver Moon, adalah yang terbesar tahun ini, sementara Cold Supermoon di Desember akan menjadi yang kedua terbesar. Supermoon terjadi ketika bulan berada pada posisi terdekatnya dengan Bumi sehingga tampil lebih besar kira-kira 10% dibanding ukuran rata-rata. Desember dikenal dengan berbagai nama tradisional untuk bulan purnamanya, termasuk Cold Moon, Long Night Moon, dan Winter Maker Moon. Nama-nama ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika dan mitologi Inggris yang menghubungkan posisi bulan dengan musim dingin dan fenomena alam di sekitar mereka. Posisi bulan yang tinggi di langit malam juga dikaitkan dengan musim dingin dan mendekatnya titik balik matahari musim dingin pada tanggal 21 Desember. Fenomena Cold Supermoon ini memberikan kesempatan yang tepat bagi para pengamat untuk mencoba menggunakan teropong dan teleskop kecil, terutama pada tanggal 5 Desember saat bulan terbit beberapa jam setelah matahari tenggelam. Ini menjadi momen yang sempurna untuk menikmati keindahan bulan purnama sekaligus belajar lebih banyak tentang astronomi dengan peralatan sederhana yang mudah diakses. Setelah Cold Supermoon, rangkaian supermoon terakhir adalah Wolf Moon yang akan muncul pada 3 Januari 2026. Tahun 2026 juga akan unik karena akan memiliki 13 bulan purnama, yang terjadi karena adanya Blue Moon – bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender – pada Mei. Fenomena ini semakin menambah daya tarik bagi pengamat dan pecinta astronomi.

Analisis Ahli

Dr. Emily Lakdawalla (Planetary Geologist)
Supermoon memberikan peluang unik untuk pendidikan astronomi karena perubahan ukuran dan pencahayaan bulan sangat nyata bagi pengamat biasa, sehingga meningkatkan minat publik pada ilmu pengetahuan luar angkasa.